Bank Ina Perdana Tak Bagi Dividen

INILAHCOM, Jakarta – PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) tanpa pembagian dividen dari laba bersih tahun buku 2016 sebesar Rp18,2 miliar.

Dalam RUPST perseroan Senin (29/5/2017), para pemegang saham sepakat sebesar Rp3,6 miliar atau 20% dari laba bersih 2016 untuk cadangan wajib. Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, Rabu (31/5/2017).

Sedangkan sisa laba bersih tersebut sebesar Rp14,5 miliar digunakan sebagai laba ditahan. Tujuannya untuk memperkuat posisi permodalan perseroan.

Para pemegang saham BINA antara lain PT Indolife Pensiontama (22,44%), Liontrust S/A NS Asean Financials Fund-869344007 (18,30%), PT Samudra Biru (16,52%), PT Gaya Hidup Masa Kini (12,48%), DBS Bank Ltd S/A LTSL AS Trustee Of NS Financial Fund (10,50%) dan PT Philadel Terra Lestari (pengendali) (9,64%). Adapun pemegang saham pengendali Bank Ina Perdana adalah Oki Widjaja dan Pieter Tanuri.

Saham BINA pada perdagangan Rabu (31/5/2017) berakhir di Rp1.385 per saham. Dalam setahun teakhir harga tertinggi saham BINA di Rp1.510 per saham pada apnutupan 18 Mei 2017. Untuk harga terendah di Rp155 per saham pada penutupan 1 November 2016.

 


Distribusi: Inilah.com – Pasarmodal

Speak Your Mind

*