3 Trik Forex Yang Perlu Diketahui

Berbicara tentang forex trading berarti juga berbicara tentang berbagai data mengenai trik trading yang dapat Kita dapatkan di internet. Meskipun demikian, pada kenyataannya tidak semua trik yang diklaim “hebat” dapat benar-benar berfungsi.

Di sini, di artikel ini, saya berusaha untuk mengikhisarkan setidaknya tiga trik yang biasa dipergunakan para trader profesional. Apa sajakah itu ?

  1. Trading Ketika Ada Faktor Penggerak Fundamental Yang Kuat

Cara ini memanfaatkan respon market ketika ada rilis data ekonomi. Market biasanya akan bergerak lebih volatile jika angka dari sebuah data ekonomi tertentu diumumkan lebih baik atau lebih buruk daripada perkiraan.

Contohnya, jika data US non-farm payrolls (NFP) dirilis lebih baik daripada perkiraan, USD biasanya akan menguat signifikan setidaknya dalam 20 menit pertama. Sebaliknya jika data itu ternyata lebih buruk daripada perkiraan maka USD biasanya akan melemah tajam. Dengan demikian, counterpart atau “pasangan mata uang”-nya biasanya akan bergerak naik atau turun dengan tajam pula.

Jika misalnya akibat data itu USD menguat, maka pasangan mata uang seperti EUR/USD, GBP/USD, AUD/USD dan NZD/USD akan bergerak turun. Dengan demikian, untuk memperoleh keuntungan dari pergerakan harga pasca rilis data NFP maka para trader membuka posisi sell pada pasangan mata uang itu.

Data ekonomi yang paling sering dimanfaatkan untuk menerapkan trik ini biasanya adalah US NFP dan keputusan suku bunga Fed.

  1. Mempergunakan “Angka Bulat” Sebagai Acuan Support/Resistance

Yang dimaksud dengan “angka bulat” di sini adalah tingkat-tingkat harga seperti 1.50000, 1.0000, 0.50000, 100.000 dan sebagainya. Sedangkan yang dianggap “tidak bulat” adalah harga seperti yang biasa kita lihat, seperti 1.38775, 1.58837, 139.387 dan sebagainya.

“Angka bulat” ini juga sering disebut sebagai “tingkat psikologis” yang biasanya merupakan daerah support atau resistance kunci.

Contohnya, ketika Kita melihat harga bergerak di atas daerah tingkat psikologis itu, maka tingkat itu menjadi support kunci. Kita dapat membuka posisi buy dengan acuan stop loss di daerah tingkat psikologis itu. Sebaliknya jika harga tembus ke bawah tingkat itu, Kita justru dapat mendapatkan peluang untuk membuka posisi sell.

  1. Mempergunakan Kombinasi Indikator Teknikal

Ini yang sering disebut sebagai sistem trading. Para trader profesional biasanya mempergunakan beberapa indikator teknikal sekaligus dengan maksud agar indikator yang satu dapat menutupi kelemahan indikator yang lain sehingga sinyal yang dihasilkan diharapkan lebih confirmed.

Sebagai contoh, Kita dapat melihat analisa teknikal. Di sini kami menggunakan indicator Stochastic Oscillator, indicator Commodity Channel Index (CCI),dan  indicator Moving Average juga indicator Fibonacci Retracement.

Moving Average (MA) dipergunakan untuk membantu memperkuat bias. Jika trend terlihat jelas (misalnya uptrend atau downtrend), maka MA lebih berfungsi sebagai daerah support atau resistance dinamis. Namun jika trend cenderung sulit untuk ditentukan, maka MA dapat memberikan petunjuk, kira-kira apakah bias intraday bullish, bearish, atau netral.

Selain itu MA juga dapat berkolaborasi dengan Fibonacci Retracement untuk memberi masukan daerah entry yang baik. Sebetulnya daerah acuan untuk entry market dapat ditentukan dari Fibonacci Retracement saja, namun jika diperkuat oleh MA, yaitu ketika daerah acuan Fibonacci Retracement beririsan dengan daerah MA, maka daerah itu akan semakin valid untuk melakukan entry market.

Indikator stochastic dan CCI berguna sebagai trigger (pemicu), yang memberikan sinyal untuk membuka posisi (buy atau sell). Ketika harga sudah berada di daerah acuan, maka Kita tinggal menunggu konfirmasi sinyal buy atau sell dari stochastic dan CCI, seperti dengan bias intraday-nya.

Indikator Fibonacci Retracement disini dapat  berguna sebagai acuan untuk mempersiapkan antisipasi jika ternyata analisa kita salah. Penetrasi support atau resistance kunci berdasarkan Fibonacci Retracement akan mengubah bias intraday dari bullish menjadi bearish atau sebaliknya. Hal itu seharusnya dijadikan “warning” jika Kita sudah telanjur membuka posisi buy atau sell.

Agar dapat mengoptimalkan trading forex Kita, sebaiknya carilah trik yang benar-benar cocok untuk Kita. Cocok dengan karakter Kita, cocok pula dengan kekuatan modal Kita. Jangan mencoba untuk memaksakan diri mempergunakan trik trading orang lain yang tidak cocok dengan Kita. Meskipun misalnya trik itu dapat berhasil dengan baik ketika dipergunakan orang itu, belum tentu dapat berhasil pada Kita, karena memang belum tentu cocok. (yn)

Share

Open Position dengan Indikator MA

Kali ini kita akan bahas mengenai bagaimana memakai  Indikator Moving Average atau kita singkat dengan indicator MA, sebagai landasan untuk menentukan kapan kita sebaiknya masuk (buka posisi) dan juga kapan kita sebaiknya keluar pasar (tutup posisi).

Mengapa  Indikator MA? sebenarnya banyak sekali , landasan analisis yang bisa kita pakai untuk pedoman dalam bertrading.  Indikator MA hanya salah satu dari banyak sekali indikator yang biasa digunakan dalam analisis teknikal forex. Penggunaan atau bagaimana kita menterjemahkan Indikator MA-pun bisa jadi berbeda-beda antara satu trader dengan trader yang lain. Apa yang akan kami sampaikan ini hanyalah salah satu teknik memanfaatkan informasi yang kita dapat dari  Indikator MA.

Ok. Pertama,  kita sebaiknya paham dulu apa dan bagaimana Indikator MA itu. Apakah  Indikator MA itu ?  kami rasa, kami tidak perlu memberikan rumus-rumus dahulu, agar lebih mudah dipahami dan tidak membuat pusing di awal . Disini Yang perlu dipahami adalah:  Indikator MA ini menghitung nilai rata-rata bergerak dari sejumlah data tertentu. Kaidah menghitung nilai rata-rata bergerak ini pun bermacam-macam cara dan formula nya sehingga kita mengenal ada kaidah Simple  Indikator MA, Exponential  Indikator MA, Linear Weighted  Indikator MA dan sebagainya. Supaya lebih sederhana, dalam bahasan kita ini, kita hanya memakai metode Simple  Indikator MA (SMA).

Sekarang, kita akan memilih jangka waktu yang kita gunakan. Pada hakekatnya, kita bebas saja , menentukan jangka waktu berapapun yang kita gunakan. Dalam contoh analisis berikut, kami akan memakai grafik dengan time frame (pengelompokan data) per jam (hourly) dan jangka waktu  Indikator MA yang kami pakai adalah 4 dan 8. Mari kita amati grafik berikut:

Grafik di atas adalah grafik untuk pasangan mata uang GBP/USD dengan time frame hourly. Kami memasang 2 SMA: SMA 4 kami beri warna merah, sedangkan SMA 8 kami beri warna biru. Sekarang, perhatikan saat kedua SMA tersebut berpotongan. Apabila SMA 4 bersimpangan SMA 8 dari bawah ke atas, seperti nampak pada titik 1, berarti nilai rata-rata 4 jam terakhir lebih besar dari pada nilai rata-rata 8 jam terakhir. Dengan kata lain, kecenderungan dalam 4 jam cenderung naik. Dalam keadaan seperti itu, sebaiknya kita melakukan buka posisi: Buy pada titik tersebut (harga ditunjukkan dengan horizontal line sebesar 1.5619).

Nilai rata-rata 4 jam terakhir lebih kecil dari nilai rata-rata 8 jam terakhir. Apabila indikator SMA 4  bersimpangan dari arah atas ke bawah dengan indikator SMA 8 , seperti terlihat pada titik 2. Dengan kata lain, kecenderungan dalam 4 jam terakhir cenderung turun. Dalam keadaan seperti ini, sebaiknya  tutup posisi Buy kita atau bisa juga kita buka posisi: Sell (harga ditunjukkan dengan horizontal line sebesar 1.5690). Posisi Sell bisa kita close saat SMA 4 kembali bersimpangan SMA 3 dari bawah ke atas, seperti nampak pada titik 3. Atau, kita bisa kembali melakukan Buka posisi: Buy pada titik tersebut (harga ditunjukkan dengan horizontal line sebesar 1.5633). Dari informasi diatas, anda dipersilahkan mengkreasikan cara anda sendiri dengan mengotak-atik Time Frame, pasangan indikator  SMA, maupun yang lain. Dan setelah anda berkreasi dengan berbagai macam pasangan indikator SMA dan Time Frame, Setelah itu ada baiknya kita mengamati dahulu, untuk menemukan Indikator MA yang akan kita jadikan patokan.

Memanfaatkan perpotongan antara 2 Indikator MA seperti  yang telah kita bicarakan di atas hanyalah salah satu contoh penggunaan Indikator MA. Banyak juga para trader yang memakai informasi dari Indikator MA dengan cara yang berbeda. Hal tersebut hanyalah bagaimana cara kita memandang dan mengaplikasikannya ditrading kita agar apa yang kita ketahui tersebut dapat menguntungkan bagi kita. Semoga teman-teman juga bisa menemukan banyak manfaat dari informasi ini, dan selamat mencoba.

 

(yn)

Share

Memanfaatkan Cup And Handle untuk Trading

Dinamakan Pattern ‘cup and handle’ dikarenakan pattern tersebut seakan-akan mirip dengan cangkir dan pegangannya adalah sebuah pattern yang mempunyai probablitas tinggi, namun jarang dijumpai. Tidak seperti pattern-pattern double top, double bottom, head and shoulders, flag, atau segitiga simetris yang sering terbentuk, pattern cup and handle ini membutuhkan waktu yang relatif lama untuk terbentuk. Walaupun begitu, apabila anda dapat menemukan dan trading dengan karakter pattern tersebut maka hasilnya bisa juga menguntungkan. Berikut ini model penampakan pattern cup and handle yang pernah terbentuk pada chart daily EUR/USD:

Jika anda amati penampakan pergerakan harga pada chart diatas memang mirip sebuah cangkir kopi dan pegangannya (cup and handle). Lalu bagaimana anda meng-interpretasikan pattern cangkir kopi ini?

A-B : pattern ini dimulai ketika pergerakan harga turun dengan tajam. Pergerakan trend kebawah ini membentuk bagian sisi kiri cangkir.B-C : pada fase ini pergerakan harga masih cenderung bearish, tetapi kecepatan penurunannya melambat dan cenderung akan bergerak sideways untuk masa yang relatif pendek dengan membentuk tingkatan pertahanan (4). Pergerakan sideways ini membentuk bagian bawah cangkir.C-D : pada fase ini pergerakan harga naik dengan tajam setelah menembus garis pertahanan (4). Pergerakan trend keatas ini hampir sama kuatnya dengan pergerakan trend kebawah fase A-B, dan membentuk bagian sisi kanan cangkir.D-E : pada fase ini pergerakan harga masih cenderung bullish, tetapi kecepatan penurunannya melambat dan cenderung bergerak sideways untuk masa yang relatif pendek dengan membentuk tingkatan pertahanan (pertahanan handle), dan pergerakan sideways ini akan membentuk pegangan (handle) cangkir. Bagian ini penting diperhatikan karena akan menentukan pergerakan market selanjutnya.

Trading dengan pattern cup and handle

Trader yang telah pernah trading dengan pattern ini akan bisa memperkirakan bahwa market sedang membentuk pattern ini yaitu ketika muncul sinyal bullish pada pergerakan sideways di bagian bawah cangkir (fase B-C).

Buy pada fase sideways di bagian bawah pattern cup and handle

Pada model diatas tampak formasi candle bullish engulfing yang mengisyaratkan pergerakan bullish (1), dan juga bullish candle yang menembus tingkatan pertahanan (4). Dengan 2 sinyal tersebut trader bisa membuka posisi buy ketika harga penutupan bullish candle berada diatas tingkatan pertahanan (4), yaitu pada (3), dengan level stop (stop loss) pada level terendah bullish candle (2). Target keuntungan/laba dapat ditentukan pada level yang mendekati (A), yaitu saat pattern ini dimulai, ketika pergerakan harga turun dengan tajam, atau trader bisa menutup posisi saat pergerakan harga mulai melambat dan cenderung bergerak sideways yang menandakan akan terbentuknya handle.

Buy atau sell setelah handle breakout

Handle bisa ditembus (break) keatas atau kebawah, dan pada pattern ini trend pergerakan harga setelah penembusan handle akan cenderung kuat terutama jika handle ditembus ke arah atas biasanya harga akan bergerak hingga minimal sepanjang kedalaman cangkir. Pada model diatas handle ditembus kebawah setelah harga menembus garis trend keatas (support) pada (5). Trader bisa membuka posisi sell ketika harga penutupan bearish candle berada dibawah support garis trend keatas tersebut. Berikut model untuk penembusan handle kearah atas, masih pada pair EUR/USD:

Seperti tampak pada gambar diatas, pada handle terbentuk pattern segitiga (triangle) yang mengisyaratkan penerusan arah trend (trend continuation) ketika break. Setelah harga menembus pertahanan handle, trader bisa membuka posisi buy ketika harga penutupan bullish candle berada diatas tingkatan pertahanan handle, yaitu pada (F). Target profit bisa ditentukan minimal sepanjang kedalaman cangkir, atau dalam hal ini jarak antara level entry (tingkatan pertahanan handle) dan level terendah bagian bawah cangkir, yaitu sebesar 914 pip.

Pattern inverted cup and handleKebalikan pattern cup and handle adalah pattern inverted cup and handle. Prinsipnya sama hanya arah pergerakan harganya berlawanan dengan pattern cup and handle. Jika pada pattern cup and handle terdapat banyak peluang untuk buy maka pada pattern ini banyak peluang untuk sell. Berikut model pattern inverted cup and handle pada pair GBP/USD daily:

Ini sari dari artikel diatas adalah Pergerakan pattern cup and handle: trend kebawah – sideways – trend keatas – sideways – break. Pergerakan pattern inverted cup and handle: trend keatas – sideways -trend kebawah – sideways – break. Selamat mencoba !

(yn)

Share

10 Hal Kejiwaan Trading Saat Belajar Forex Trading

Ini dia 10 hal kejiwaan yang perlu kalian ketahui saat terjun dalam belajar trading forex :

1.The Market Pays You To Be Discipline. Semakin kalian disiplin Cut Loss dan disiplin dengan cara dan strategi kalian, maka market akan menghargai kalian dengan memberikan laba. Penetapan cut loss harus mulai dibiasakan dari mulai belajar forex trading dan itu amat penting dalam kejiwaan trading.

2.Never Turn A Winner Into A Loser. Kejiwaan trading kedua, misal kalian telah mengalami Floating Profit, jangan tunggu hingga Floating Loss lalu kalian harus tutup posisi dengan Cut Loss. Gunakan Trailing Stop. Dalam belajar forex trading perihal trailing stop ini juga harus diresapi dengan baik.

 3.Develop A Methodology And Stick With It. Don’t Change It From Day to Day. Dari mulai belajar forex trading, gunakan strategi yang kalian percayai dan yakini serta akan kalian pergunakan. Jangan diubah hingga kalian benar-benar yakin bahwa kerugian yang kalian alami tak seperti karena kalian yang tidak disiplin dalam menggunakan strategi kalian. Dalam kejiwaan trading kalian dapat merubah strategi Apabila memang jelek dan benar-benar tidak dapat diterapkan pada market yang kalian masuk.

 4.Be Yourself. Don’t Try To Be Someone Else. Kejiwaan trading keempat, gunakan cara trading yang sesuai dengan pribadi dan kehidupan kalian serta terapkan dari awal saat mulai belajar forex trading. Semakin kalian nyaman dengan gaya trading kalian, baik itu strategi, Time Frame dan Money Management yang kalian gunakan, hasil trading kalian semakin baik. Dan kalian pun akan semakin mencintai bisnis yang dapat menambah income kalian ini.

5.The First Loss is The Best Loss. Jangan tunggu hingga loss kalian semakin besar dengan membiarkan harga bergerak melebih titik & point Cut Loss kalian. Konsisten dengan kejiwaan trading dengan tidak merubah Cut Loss yang sedari awal ditetapkan. Kalian harus sudah mempersiapkan untuk loss hingga titik & point Cut Loss kalian begitu kalian masuk market. Jangan menjilat ludah kalian sendiri dan jangan rugi hingga melebih titik & point Cut Loss kalian. Sekali lagi terapkan ini dari mulai belajar forex trading.

 6.Don’t Hope And Pray, Don’t Speculate. If You Do, You’ll Lose. Kejiwaan trading keenam, dengan melakukan analisa, berarti kalian telah mengurangi dan bahkan menghilangkan sisi perjudian dalam trading. Tidak ada yang menjamin kalian tidak akan mengalami kerugian dengan kalian melakukan analisa. Namun tidak ada yang menjamin kalian akan untung dengan melakukan perjudian dan (hanya) duduk berdoa dan berharap.

7.Hit Singles, Not Home Run. Laba yang terbaik adalah laba yang didapat sedikit demi sedikit yang sesuai target yang realistis. Memang kita semua menginginkan laba besar dalam waktu singkat. Namun seiring dengan pengembangan kalimat kejiwaan trading “High Risk High Return” yaitu “Fast High Return – Fast High Risk”. Rome Wasn’t Built in A Day. Resapi prinsip ini juga saat belajar forex trading sebelum trading real.

 8.Don’t Over Analyze and Don’t Hestitate. If You Do, You’ll Lose. Jangan terlalu dalam menganalisa suatu market. Ingat, kalian bertujuan untuk trading dan melakukan transaksi. Tak seperti untuk melakukan riset market atau membuat skripsi. Tujuan kalian adalah menganalisa, masuk market (transaksi) dan keluar market (untung atau rugi) sesuai dengan rencana kalian. Ingat kejiwaan trading kita saat belajar forex trading tak seperti untuk menjadi analis.

9.All Traders Are Created Equal in The Eyes of The Market. Trader yang hebat tak seperti trader yang tidak pernah salah dan tidak pernah loss. Trader hebat adalah trader yang dapat membuat strategi yang bagus dan dapat mengikuti rencana dia dengan baik. Setup kejiwaan trading kalian bahwa semua traders hebat pasti pernah rugi dan salah. Bahkan orang-orang percaya bahwa orang-orang hebat karena orang-orang pernah rugi dan pernah kalah. Yang penting bagaimana hasil trading average selama 6 atau 12 bulan. Tak seperti hanya 1 -3 bulan saja. Saat masih belajar forex trading kalkukasi rasio profit & loss kita.

10.It’s The Market Itself That Wields The Ultimate Scale of Justice.  Kejiwaan trading terakhir, hanya ada dua peraturan yang perlu trader patuhi dari mulai masih belajar forex trading. Pertama : Market Selalu Benar. Kedua : Ingat Peraturan Pertama.

(yn)

Share

Belajar dari seorang Jarratt Davis

Seorang trader sekaligus hedge fund manager, Jarratt Davis, di salah satu pos di situsnya mengisahkan bagaimana pengalamannya selama karir trading dengan pergaulannya dengan berbagai institusi investasi serta para trader top yang bekerja di dalamnya. Ternyata banyak hal-hal tersembunyi yang layak buat kita pertimbangkan sebagai bekal buat perjalanan karir trading kita. Berikut ialah beberapa diantaranya:

  1. Tetap Percaya Pada Kemampuan Diri Walau Mengalami Kerugian Beruntun

Masing-masing trader memiliki saat terburuknya. Begitu juga dengan orang yang menjadikan trading sebagai pekerjaan dengan benar-benar merasakan kesuksesan dalam dunia trading. Saat banyak kerugian menghampiri termasuk dengan waktu kerugian beruntun datang, saat itulah menjadi suatu persoalan yang akan membedakan antara “trader sukses” dengan “trader yang baru merasa sukses”.

Trader sukses sejati sudah mendalami bagaimana bisnis ini bergerak hingga sampai pada tahap menganggap kerugian sebagai suatu kejadian yang normal. Bahkan sudah memaklumi hal ini menjadi sesuatu yang harus terjadi dalam karirnya sebagai trader. Trader sukses sejati akan tetap memiliki kepercayaan teguh bahwa sistem tradingnya bakal kembali ke puncak performa pada waktunya nanti. Berlainan dengan trader yang baru merasa sukses. Titik ini justru sering menjadi titik balik bagi para newbie serta trader amatir buat kembali mempertanyakan tentang keandalan sistem tradingnya.

  1. Trader Sukses Sejati Tidak Memiliki Batasan Waktu Buat Masuk Market

Walau tidak melakukan trading yang terjadwal setiap jam atau hari atau minggunya, namun setiap hari trader forex yang sukses sejati selalu mengikuti perkembangan pergerakan market. Tidak seperti para trader yang baru merasa sukses, yang masuk market dengan dasar pola waktu tertentu. Setiap petunjuk atau sinyal besar serta kecil yang muncul setiap jam, hari atau bahkan mingguan selalu dijadikan kesempatan bagi para para trader amatiran buat masuk ke market.

Pembeda berikutnya ialah ketika para trader sukses sejati tersebut sedang memiliki transaksi trading yang terbuka. Mereka tidak pernah berhasrat bahwa tujuan profit akan tercapai.

Kok aneh ya? Baru kali ini ada orang yang nggak ingin harapannya dikabulkan. Bukan begitu..tapi mereka lebih cenderung berpusat mengamati sinyal-sinyal yang muncul setelah transaksi dibuka, apakah terus ada dukungan yang searah dengan transaksi tersebut. Mereka meyakini bahwa transaksi yang sudah dibukanya di dalam market tidak akan mampu buat mempengaruhi pergerakan harga di market, sehingga siap sedia buat “meralat”.

  1. Para Trader Sukses Sejati Sangat Hati-Hati Menjaga Risiko

Seorang trader sukses sejati berpikir tentang memperkecil risiko, sedangkan trader yang baru merasa sukses menghitung bagaimana mereka bisa memaksimalkan keuntungan. Seorang trader sukses sejati selalu berusaha menjaga dengan membatasi kerugian tidak lebih dari 2 persen dari nilai akun dalam satu transaksi yang mereka buka. Mereka juga dengan ketat memberikan batasan risiko maksimal sebesar 1 persen buat sekali kesempatan masuk market.

Buat mendukung manajemen risiko seperti itu, mereka menggunakan strategi stop loss yang lebar. Mengapa demikian? Karena dengan antara nilai besar atau lebar tersebut, mereka memiliki kesempatan buat membuat evaluasi. Apakah transaksi yang mereka buka tersebut sudah sesuai dengan arah pergerakan market serta sinyal-sinyal yang muncul setelah transaksi dibuka? Nah, jika disimpulkan transaksi mereka salah, maka dengan cepat mereka bisa menutup transaksi guna memperkecil risiko serta kerugian.

  1. Trader Sukses Sejati Hanya Memasang Sasaran Secara Tahunan

Seorang trader yang sangat baik menjaga dana yang dikelolanya, fokus pertamanya ialah keamanan dana investor, baru kemudian berbicara tentang keuntungan. Salah satunya ialah dengan menerapkan penghitungan kerugian maksimal yang dialami tidak lebih dari 10 persen selama waktu setahun. Dengan menghasilkan keuntungan dalam antara 25-40 persen. Berlainan dengan trader yang baru merasa sukses, beranggapan bahwa menghasilkan keuntungan ratusan persen dalam beberapa kali trading saja ialah cara trading yang baik juga benar.

  1. Trader Sukses Sejati Berpusat Pada Fundamental

Pelaku market forex bukan hanya spekulan. Setiap hari, banyak sekali transaksi bisnis yang tidak berdasarkan spekulasi. Kapan saja bisa terjadi, suatu perusahaan melakukan transaksi valas dalam total besar. Sebagai gambaran misalkan ada perusahaan X di negara A hendak melakukan ekspansi ke negara B. Dalam proses tersebut ternyata pabrik X harus membeli mata uang negara B senilai 50 juta dolar.

Transaksi seperti itu bisa mempengaruhi price action pada timeframe pendek, tetapi pergerakan price action yang random serta tidak terjadwal ini tidak ada hubungannya dengan fundamental suatu mata uang bahkan malah bisa jadi berkebalikan dengan bias arah pergerakan harga sesungguhnya. Trader amatir bisa dengan mudah terhanyut oleh price action semacam itu, berpikir kalau itu ialah awal dari pergerakan besar tanpa alasan yang jelas. Tetapi trader profesional takkan mempedulikan itu dan hanya menunggu hingga ada alasan yang cukup logis sebelum membuka transaksi trading.

Semoga beberapa faktor di atas akan membantu proses trading kita hingga akhirnya mendapat keuntungan konsisten dalam jangka panjang.(yn)

 

Share