Panduan untuk Trader Pemula

Forex adalah singkatan dari foreign exchange (pertukaran mata uang asing), Dimana asset yang digunakan adalah mata uang. Forex adalah tindakan menukar mata uang dari satu negara menjadi mata uang negara lain karena berbagai alasan, biasanya untuk pariwisata atau perdagangan. Karena nyatanya bisnis itu bersifat global, sehingga apabila bertransaksi dengan Negara lain maka kita perlu menggunakan mata uang Negara tersebut.

Setelah kesepakatan di Bretton Woods pada tahun 1971, ketika mata uang diizinkan beredar dan bertukar secara bebas satu sama lain, maka nilai mata uang tiap Negara menjadi bervariasi, sehingga memunculkan alasan untuk adanya layanan dari Forex. Layanan pertukaran mata uang asing  ini telah diambil alih oleh Bank komersial dan Bank investasi,yang dimana juga menyediakan tempat untuk klien dapat berspekulasi dalam pertukaran mata uang satu dengan yang lain dengan menggunakan internet.

Forex Sebagai Perlindungan

Perusahaan komersial yang melakukan bisnis di luar negeri, nilai mata uangnya berisiko terkena fluktuasi, ketika mereka harus membeli/menjual barang/ jasa ke negara lain. Oleh karena itu, market Forex menyediakan cara untuk melindungi dari risiko tersebut, yaitu dengan menetapkan batasan bunga di mana transaksi akan disimpulkan pada waktu tertentu.

Untuk mencapai hal itu, trader dapat membeli atau menjual mata uang di pasar berjangka atau pasar swap, dimana pada saat itu bank akan mengunci suku bunga, sehingga trader mengetahui dengan pasti berapa nilai tukar yang akan terjadi, dan dengan demikian mengurangi risiko kerugian.

Future market juga menawarkan layanan untuk melindungi risiko nilai mata uang, perlindungan tersebut tergantung pada ukuran dan mata uang yang digunakan. Future market dilakukan dalam pertukaran yang terpusat dan kurang likuid dibandingkan pasar berjangka, yang terdesentralisasi dan ada dalam sistem antar bank di seluruh dunia.

Forex sebagai spekulasi

Sejak adanya fluktuasi yang tetap antara nilai mata uang dari berbagai Negara, oleh karena faktor penawaran dan permintaan, seperti suku bunga, arus perdagangan, pariwisata, kekuatan ekonomi, risiko geopolitik dan sebagainya.  ada peluang untuk bertaruh terhadap perubahan nilai ini dengan membeli atau menjual satu mata uang terhadap mata uang lain, dengan harapan bahwa mata uang yang Anda beli akan menguat atau bahwa mata uang yang Anda jual akan melemah terhadap lawannya.

Mata Uang sebagai Aset

Ada dua fitur yang berbeda untuk kelas ini:

  • Anda bisa mendapatkan perbedaan suku bunga antara dua mata uang.
  • Anda bisa mendapatkan nilai tukar.

Mengapa Kita Bisa Memperdagangkan Mata Uang

Sebelum kemunculan internet, trading forex benar-benar terbatas pada aktivitas antar bank atas nama klien mereka. Secara bertahap, bank-bank menyediakan tempat untuk klien dapat trading sendiri, dan diikuti oleh perusahaan perusahaan besar yang multinasional, perlindungan dana, dan orang-orang pribadi dengan kekayaan bersih yang tinggi nilainya.

Risiko dalam Forex

Ada kebingungan tentang resiko yang ada di dalam perdagangan mata uang. Banyak yang mengatakan bahwa pasar antar bank tidak diatur dan oleh karena itu sangat berisiko karena kurangnya pengawasan. Persepsi ini belum sepenuhnya benar. Pendekatan yang baik untuk membahas risiko adalah memahami perbedaan antara pasar yang terpusat dan tidak terpusat, dan kemudian tentukan peraturan mana yang  sesuai.

Pasar antar bank terdiri dari banyak bank yang trading satu sama lain di seluruh dunia. Bank sendiri harus menentukan dan menerima risiko dari keberdaulatan dan kredit, dan untuk ini mereka memiliki banyak proses audit internal agar mereka seaman mungkin. Peraturan yang diberlakukan adalah demi melindungi masing-masing bank peserta.

Karena pasar dibuat oleh masing-masing bank yang berpartisipasi dalam menyediakan penawaran dan permintaan untuk mata uang tertentu, maka mekanisme harga pasar dicapai melalui penawaran dan permintaan.

Karena arus yang besar dalam sistem, hampir tidak mungkin bagi trader nakal manapun untuk mempengaruhi harga mata uang. Yaitu yang tiap harinya ada sekitar $2 trilliun dan $3 trilliun yang diperdagangkan di market Forex. Sehingga bank sentralpun tidak dapat memindahkan pasar forex tanpa adanya koordinasi dan kerjasama penuh antara bank sentral lainnya.

Upaya yang dilakukan untuk menciptakan Electronic Communication Network (ECN) untuk membawa pembeli dan penjual ke bursa sentral sehingga harga bisa lebih transparan. Ini merupakan langkah positif bagi trader retail  yang akan mendapatkan keuntungan dengan melihat harga yang lebih kompetitif dan likuiditas terpusat. Bank tentu saja tidak memiliki masalah ini dan karena itu, tetap terdesentralisasi. Trader dengan akses langsung ke bank forex juga kurang terpapar daripada trader retail yang berurusan dengan broker forex yang relatif kecil dan tidak teregulasi, yang kadang-kadang dapat melakukan re-quote harga dan bahkan melawan trading  pelanggan mereka sendiri. Tampaknya pembahasan peraturan telah muncul karena kebutuhan untuk melindungi trader retail yang kurang mengerti tentang forex, dan diperdaya agar percaya bahwa trading Forex merupakan alat yang menghasilkan keuntungan yang pasti.

Bagi trader retail yang profesional, sekarang ada kesempatan untuk membuka rekening di banyak bank besar atau broker besar yang lebih likuid. Seperti halnya investasi keuangan.

Pro dan Kontra Trading Forex

 Jika Anda berniat untuk trading forex, selain penjelasan sebelumnya yang mengenai risiko broker, pro dan kontra dari forex trading akan dijelaskan di bawah ini.

Pasar forex adalah yang terbesar dalam hal volume perdagangan di dunia dan sehingga paling liquid, hal tersebut memudahkan keluar masuknya posisi mata uang mayor dalam sepersekian detik.

Sebagai hasil dari likuiditas dan kemudahan dimana trader dapat masuk atau keluar dari perdagangan, bank dan / atau broker menawarkan leverage yang besar, yang berarti trader dapat mengendalikan posisi cukup besar dengan jumlah uang yang relatif kecil. Leverage di kisaran 100:1 tidak jarang. Tentu saja, trader harus memahami penggunaan leverage dan risiko yang dapat dikenakan pada akun. Leverage harus digunakan secara bijaksana dan hati-hati jika memberikan keuntungan. Kurangnya pemahaman dalam hal ini dapat dengan mudah menghapus akun trader.

Keuntungan lain dari pasar forex adalah mereka dapat trading 24 jam sepanjang waktu, setiap hari dimulai dari market  Australia dan berakhir di New York. Pusat utama adalah Sydney, Hong Kong, Singapura, Tokyo, Frankfurt, Paris, London dan New York.

Mata uang yang ditradingkan adalah perjuangan dari “makroekonomi”. Seorang trader forex perlu memiliki gambaran besar tentang ekonomi berbagai negara dan keterkaitannya untuk memahami fundamental yang mendorong nilai mata uang. Bagi beberapa orang, lebih mudah untuk fokus pada aktivitas ekonomi untuk membuat keputusan perdagangan daripada memahami kondisi dan lingkungan yang sering tertutup yang ada di pasar saham dan pasar berjangka di mana aktivitas mikroekonomi perlu dipahami. Mengenai keterampilan manajemen perusahaan, kekuatan finansial, peluang pasar dan pengetahuan khusus tidak diperlukan dalam trading forex.

Dua Cara untuk Mendekati Pasar Forex

Bagi kebanyakan investor atau trader dengan pengalaman pasar saham, harus ada pergeseran sikap untuk beralih ke /atau menambahkan mata uang sebagai peluang diversifikasi lebih lanjut.

Perdagangan mata uang telah dipromosikan sebagai peluang “trader aktif”. Ini sesuai dengan broker karena berarti mereka mendapatkan spread lebih banyak saat trader lebih aktif.

Selain trading untuk mendapatkan keuntungan , trading Forex juga dapat digunakan untuk melakukan lindung nilai terhadap portofolio saham. Jika, misalnya, seseorang membangun portofolio saham di negara di mana ada potensi bagi saham untuk meningkatkan nilai tetapi ada risiko penurunan dalam hal mata uang, misalnya di AS dalam sejarah baru-baru ini, maka seorang trader dapat memiliki portofolio saham tersebut  dan menjual cepat dollar untuk melawan franc Swiss atau euro. Dengan cara ini, nilai portofolio akan meningkat, dan efek negatif dari penurunan dolar akan diimbangi. Hal ini berlaku bagi investor di luar A.S. yang pada akhirnya akan mengembalikan keuntungan ke mata uang mereka sendiri.

Dengan mengingat hal ini, maka membuka akun forex dengan jenis trading day atau trading swing yang paling sering terjadi. Trader dapat mencoba menghasilkan uang ekstra dengan menggunakan metode dan pendekatan yang dijelaskan di banyak artikel yang ditemukan di tempat lain di situs ini.

Pendekatan kedua terhadap trading forex adalah memahami dasar-dasar dan keuntungan jangka panjang,

Ketika sebuah mata uang sedang tren ke arah yang spesifik dan menawarkan perbedaan bunga yang positif yang memberikan laba atas investasi, ditambah apresiasi nilai mata uang. Jenis perdagangan ini dikenal sebagai “carry trade.” Misalnya, trader bisa membeli dollar Australia terhadap yen Jepang. Suku bunga Jepang adalah 0,05% dan suku bunga Australia adalah 4,75%, sehingga trader bisa memperoleh 4% pada perdagangan ini.

Namun, bunga positif semacam itu perlu dilihat dalam konteks nilai tukar aktual AUD / JPY sebelum keputusan bunga dapat dibuat. Jika dolar Australia menguat terhadap yen, maka tepat untuk membeli AUD / JPY dan menahannya untuk mendapatkan apresiasi mata uang dan imbal hasil bunga.

Kesimpulan

Bagi kebanyakan trader, yang memiliki dana terbatas, trading day atau swing trading selama beberapa hari sekaligus bisa menjadi cara yang baik untuk bermain di pasar forex. Bagi mereka yang memiliki horison jangka panjang dan dana yang besar, carry trade bisa menjadi alternatif yang tepat.

Kedua kasus tersebut, trader harus tahu bagaimana menggunakan grafik untuk menentukan waktu trading mereka, karena waktu yang tepat adalah inti dari trading yang menguntungkan. Dan dalam kedua kasus tersebut, seperti dalam semua aktivitas perdagangan lainnya, trader harus mengetahui ciri kepribadiannya dengan cukup baik sehingga dia tidak melanggar kebiasaan trading yang baik dengan pola perilaku buruk dan impulsif. Biarkan logika dan akal sehat yang baik yang ada. Ingat peribahasa Prancis kuno, “Keberuntungan menyukai pikiran yang dipersiapkan dengan baik!”

 

(Yn)

Bagaimana Caranya Membiarkan Profit Berjalan ?

Pernahkah Kalian merasa ragu ketika transaksi yang Kalian lakukan sedang mendapat jprofit? Kalian bimbang: apakah harus menutup transaksi tersebut dan merealisasikan jprofit, atau membiarkan transaksi tersebut terbuka untuk potensi jprofit yang lebih besar lagi? kami yakin, mayoritas pelaku forex trading cenderung melaksanakan pilihan yang pertama: menutup transaksi. Namun banyak juga yang akhirnya menyesal, karena harga ternyata masih naik terus.

probabilitas Penyebab
Tahukah Kalian, mengapa kebanyakan trader cenderung menutup transaksinya terlalu cepat? Ada beberapa probabilitas penyebabnya.

Pertama, mungkin ia tidak punya target profit sama sekali. Memang sih, tidak ada salahnya dengan hal itu. Bisa saja seorang trader menetapkan kapan akan take profit setelah harga berjalan. Tetapi, apabila Kalian telah mempunyai target yang jelas sebelumnya, akan lebih mudah bagi Kalian untuk menutup transaksi tanpa perlu bimbang dan ragu ketika harga mencapai target tersebut.

Faktor ke-2 biasanya berkaitan dengan tingkat keberanian seseorang melawan resiko. Semakin kecil keberaniannya, semakin prematur pula biasanya ia menutup transaksinya. Untuk “mengakalinya”, selalu tempatkan dana Kalian sesuai dengan penetapan resiko yang Kalian tetapkan. Contoh kongkritnya: apabila penetapan resiko yang nyaman Kalian adalah 10% dari dana (misalnya dana Kalian $10,000), maka tiap kali transaksi tetapkan batas kerugian maksimal $1,000.

Kemudian mungkin juga ada faktor psikologis seperti kurangnya rasa percaya diri. Membiarkan pasar menyentuh level take pofit, tidak hanya membutuhkan kesabaran, namun juga tingkat kepercayaan diri yang cukup tinggi. Biasanya, ketidakpastian arah pasarlah yang menurunkan derajat keyakinan seorang trader. Ada kekhawatiran jprofit yang telah di depan mata justru akan hilang dan berubah menjadi kerugian apabila pasar berbalik arah. Namun ini bisa diatasi dengan mempergunakan metode pengamatan atau sistem trading yang telah Kalian uji sendiri keampuhannya. kami akan terus ingatkan: sistem trading tak perlu 100% akurat, yang penting terbukti bisa menelurkan profit yang KONSISTEN.

Percaya Diri
Sebenarnya memang kuncinya sederhana. Percaya diri. kamingnya, membentuk kepercayaan diri bagi seorang trader tidak semudah mengatakannya.

Sebagai trader, Kalian harus bisa yakin pada kualitas sistem trading yang Kalian pergunakan. Memang tidak mudah untuk bisa mempunyai strategi trading yang baik, namun itu perkara lain. Yang justru yang berulang kali terjadi adalah orang tidak mampu memaksimalkan strategi yang ia miliki lantaran TAKUT LOSS. Secanggih apa pun strategi yang dimiliki, akan percuma apabila Kalian tidak berani mempergunakannya dengan benar.

Misalnya, sistem trading Kalian berkata, “Sudah saatnya SELL! Pergunakan SL 50 pips, TP 100 pips.” apabila Kalian mempergunakan sistem itu dengan benar, maka Kalian akan membuka posisi sell dengan SL dan TP persis seperti yang disarankan oleh sistem tersebut. Ketika transaksi Kalian sudah mulai menelurkan profit, Kalian tidak akan menutup transaksi tersebut sebelum sistem trading Kalian mengatakan bahwa itulah saatnya menutup transaksi.

Trailing Stop
Cara lain untuk membiarkan transaksi Kalian terbuka tanpa perlu khawatir profit akan berubah menjadi kerugian, adalah mempergunakan Trailing Stop. Kalian bisa mengaktifkannya di MetaTrader Kalian. apabila Kalian menyeting Trailing Stop misalnya 1000 pips, maka SL Kalian akan bergerak ke level impas (level Open Position Kalian) apabila profit sudah mencapai 1000 pips. Trailing Stop akan bergerak terus mengikuti pergerakan harga, namun tidak akan kembali “mundur” ketika harga terkoreksi.

(Yn)

Pengertian Multiple Time Frame Analysis (bagian 2)

Menggabungkan Ketiga TF
Kombinasi tiga TF untuk menganalisa sebuah pasangan mata uang, diharapkan akan mempermudah Kalian mencari petunjuk entry level yang “terbaik”. Perhatikan tanda kutip yang mengapit kata “terbaik”. Sebenarnya tidak ada level yang terbaik, karena sejatinya kita tidak akan pernah tahu kapan persisnya harga akan berhenti di suatu level. tetapi kita bisa mengusahakan untuk mencari harga yang semurah mungkin apabila ingin buy, atau yang semahal mungkin apabila ingin sell. Jadi, istilah “terbaik” di sini hanya untuk mengupayakan agar kita tidak terlalu cepat atau justru terlambat mengambil keputusan.

Dengan MTFA, analisa yang dilakukan bersifat “top-down”. Artinya Kalian wajib melihat TF yang paling besar dulu, baru kemudian bertahap turun ke TF yang lebih kecil. Sebagai misal, apabila TF Long memperlihatkan uptrend tetapi TF Medium serta TF Short memperlihatkan downtrend, maka Kalian perlu berhati-hati apabila ingin membuka posisi sell.

Ingat “the trend is your friend”. perihal ini, TF Long-lah yang jadi patokan. Maka, sebagai “siasat perang”-nya Kalian sebaiknya menunggu hingga TF yang lebih kecil mengkonfirmasi trend di TF yang lebih besar.

Bagaimana Cara Mempraktekannya ?

misal :

 

Chart di atas adalah EUR/USD di TF H4, sebagai TF Long-nya. Misalnya Kalian ingin memanfaatkan pergerakan dari mid-term trend yang terlihat, yaitu uptrend (perhatikan trendline merah). Sekarang Kalian sudah mendapatkan trend yang Kalian inginkan serta tentunya sudah menetapkan bahwa posisi yang Kalian incar adalah buy.

Selanjutnya, bergeserlah ke TF Medium yaitu TF H1. Kalian akan melihatnya seperti ilustrasi di bawah ini:

Di chart H1, Kalian juga melihat bahwa harga masih bergerak dalam uptrend. Trendline tebal berwarna merah yang berada di bawah adalah trendline yang ditarik di chart H4 tadi. Kalian boleh menarik trendline lagi di chart H1 ini, sebagai accelerating trendline. Pada ilustrasi di atas, Kalian bisa melihatnya sebagai garis putus-putus berwarna merah.

Perhatikan bahwa stochastic serta CCI masih berada dalam kondisi overbought di chart H1. Maka untuk membuka posisi buy, Kalian perlu menunggu hingga keduanya sedikitnya berada dalam kondisi oversold. Akan lebih baik apabila entry level berada sedikitnya di area trendline putus-putus atau di area trendline yang tebal (yang ditarik di chart H4).

apabila misalnya harga telah berada di area trendline, atau stochastic serta CCI telah memperlihatkan indikasi oversold, barulah kemudian Kalian bisa bergeser ke TF yang paling kecil, yaitu TF M15 sebagai TF Short-nya.

ilustrasi di atas merupakan tampilan TF M15 untuk EUR/USD dalam misal kasus kita kali ini. apabila Kalian perhatikan, di TF yang terkecil ini mungkin Kalian tidak akan bisa melihat trend secara jelas. Tak mengapa, karena TF yang terkecil ini perannya bukan lagi untuk melihat trend melainkan mem-filter sinyal entry. Ketika di TF H1 sudah ada indikasi oversold, Kalian tinggal mengkonfirmasinya dengan mencari sinyal buy di TF M15 ini.

apabila sinyal bullish sudah confirmed, Kalian bisa membuka posisi Buy.

Bottom Line
MTFA memang bisa membantu Kalian untuk melakukan transaksi tanpa perlu khawatir terlalu dini atau terlambat masuk atau keluar pasar. Dengan sendirinya, MTFA berpotensi untuk memberikan entry level yang “terbaik” karena informasi yang Kalian peroleh bisa lebih lengkap.

tetapi jangan lupa bahwa tetap dibutuhkan kejelian serta kehati-hatian dalam melakukan metode analisa seperti apa pun. Selain itu, sadarilah bahwa tidak ada satu pun metode analisa yang “bebas cacat”. Sebagai metode trading, MTFA tentu juga memiliki kelemahan, salah satunya adalah waktu yang Kalian perlukan untuk melakukan analisa tentu akan menjadi lebih panjang daripada apabila Kalian menggunakan metode single time-frame analysis.

Kelemahan lain adalah peringatan bagi para pemula, karena seringkali mereka yang mengalami floating loss mencoba untuk mencari “pembenaran” di TF yang lebih tinggi, bahkan sering sampai “kebablasan” misalnya sampai ke TF Daily, padahal ia day trader. Bahkan dalam kaidah MTFA pun, hal ini salah.

misalnya: seorang trader membuka posisi Sell, tetapi ketika harga naik serta floating loss yang dialami membesar, ia bukannya melakukan cut-loss tetapi mencari pembenaran. Di TF MONTHLY masih mentok resistance….” Padahal ia day trader yang seharusnya tak pernah membiarkan posisi terbuka lebih dari sehari. Ini jelas upaya pembenaran yang justru salah.

Intinya, metode apa pun yang Kalian pergunakan, tetaplah miliki trading plan yang baku, termasuk di dalamnya adalah pembatasan resiko.

(Yn)

Pengertian Multiple Time Frame Analysis (bagian 1)

Apa Sih Sebenarnya Multiple Time-Frame Analysis?
MTFA (multiple time-frame analysis) melibatkan beberapa time-frame (TF) untuk currency pair yang sama. Memang tidak ada batasan baku mengenai berapa banyak TF yang boleh dipergunakan, tetapi ada semacam “panduan” yang perlu Kalian ikuti.

Penggunaan tiga TF yang berbeda biasanya cukup dapat memberikan outlook pasar yang cukup luas. apabila terlalu sedikit TF yang digunakan, maka informasi yang akan Kalian dapatkan pun kurang. Sebaliknya apabila terlalu banyak, justru analisanya cenderung akan “kebablasan” sehingga menjadi tidak sesuai dengan gaya trading Kalian.

TF yang “medium”, atau yang pertengahan, harus pertama kali ditetapkan sebagai patokan berapa lama (rata-rata) transaksi akan dibiarkan terbuka. Nah, dari situ baru melangkah ke TF yang lebih pendek (short), yang haruslah setidaknya seperempat dari TF yang pertengahan tadi.

Jadi, apabila TF pertengahan ialah H1 (hourly) alias 60 menit-an, maka TF yang “short” haruslah M15 (15-minutes).

Dengan perhitungan yang sama, TF yang “panjang” (long) setidaknya harus empat kali lebih besar daripada TF yang “medium” tadi. sebab tadi TF medium ialah H1, maka TF yang “long” haruslah H4.

Aturan-aturan tersebut di atas dalam MTFA dikenal dengan nama “aturan angka empat”.

Sebagai contoh, dibawah ini ada 3 TF, yaitu :

 

– M15, kitas sebut saja sebagai TF short

– H1, kita sebut sebagai TF medium

– H4, kita beri namaTF long

Sangat penting memilih TF yang tepat. Seorang trader long term yang biasa membiarkan posisinya terbuka selama – misalnya – sebulan, sebaiknya tidak mempergunakan gabungan TF di atas. Ia mungkin akan lebih baik mempergunakan gabungan lain misalnya Daily (D1), Weekly (W1) dan Monthly (MN). gabungan dalam contoh di atas lebih tepat untuk dipergunakan oleh trader short term atau day trader.

TF Long
Setelah Kalian membekali diri dengan dasar menetapkan TF dalam MTFA, sekarang waktunya untuk menerapkannya dalam forex trading. Dengan metode ini, umumnya lebih baik memulai dari TF long term (TF long). Dengan mengamati TF long, Kalian akan dapat menemukan trend yang paling dominan.

Untuk open posisi, jangan pergunakan TF long sebagai sinyal. TF long hanya dipergunakan untuk menentukan trend umumnya saja, jadi posisi yang dibuka nanti harus sejalan dengan trend yang terlihat di TF long ini. tetapi bukan berarti bahwa Kalian sama sekali tidak boleh open posisi yang berlawanan dengan trend di TF long, tetapi sebaiknya selalu ingat konsep “the trend is your friend”. Tentu saja posisi yang berlawanan dengan trend umum akan memiliki peluang kesuksesan yang lebih rendah dibandingkan posisi yang sejalan dengan trend umum.

TF Medium
Di TF Medium, Kalian akan dapat melihat liukan-liukan pergerakan dengan lebih jelas daripada di TF Long. Di TF Medium inilah Kalian nanti dapat menentukan kira-kira kapan akan open posisi. Petunjuk di TF Medium ini nanti akan diperinci lagi di TF yang lebih rendah, yaitu TF Short.

Dalam perkembangan teknik trading, seringkali justru di TF Medium Kalian akan mendapatkan petunjuk dini mengenai kemungkinan reversal (pembalikan arah).

TF Short
Di TF inilah nanti Kalian harus mencari sinyal entry (buy atau sell). Ini sebab fluktuasi yang terjadi dapat terlihat lebih jelas sehingga seorang trader nantinya akan dapat mengambil entry level yang lebih baik. Tetaplah ingat jika sinyal yang muncul di TF ini wajib sejalan dengan trend yang sudah diperlihatkan di TF yang lebih besar.

Bersambung..

(Yn)

Kesabaran adalah Kunci Dalam Trading

Kesabaran itu tidak cukup hanya diniatkan dan diucapkan melalui lisan, apabila juga harus diimplementasikan. .

Biarkan market Bergerak
Sebenarnya ini sudah jelas. Kalian tak mungkin bisa mengatur ke mana harga harus bergerak. Tidak mungkin market akan tunduk pada keinginan trader retail seperti Kalian. Maka pilihan Kalian hanyalah membiarkan market bergerak sesuai dengan kehendaknya sendiri.

Coba sekarang bayangkan lagi skenario seperti ini:

market sudah memenuhi kondisi yang Kalian inginkan (tentunya sesuai dengan tading plan). Kalian kemudian membuka posisi, misalnya buy. Kemudian sesuai trading plan Kalian menempatkan stop-loss (SL) dan take-profit (TP). Selanjutnya yang Kalian lakukan mestinya adalah menunggu apakah TP atau SL yang kena.

Beberapa waktu kemudian ternyata harga bergerak naik. Senyum Kalian mengembang karena di trading terminal Kalian melihat transaksi memperoleh keuntungan. apabila sebelum harga mencapai TP, market berbalik arah hingga transaksi yang tadinya untung berubah menjadi loss. Di titik tersebut, bayangkan Kalian dilKalian kepanikan. Khawatir kerugian menjadi terlalu besar, Kalian lantas menutup transaksi tersebut dan mengalami kerugian kecil.

Garis bawahi ini: Kalian melakukan cut-loss bahkan sebelum harga menyentuh SL. Seringkali yang terjadi kemudian adalah segera setelah Kalian melakukan cut-loss, harga kemudian rebound dan bahkan mencapai TP Kalian.

Atau, bisa jadi Kalian menutup transaksi tersebut meskipun keuntungan yang diperoleh masih relatif kecil (belum mencapai TP). Motifnya sama: takut rugi.

Mungkin Kalian saat ini sedang tersenyum, karena mungkin skenario di atas sering terjadi pada Kalian. J

Memang benar bahwa dalam trading ada prinsip, “Cut your losses short, let your profits run.” apabila dalam kasus di atas, penerapan prinsip tersebut salah. Mengapa? Karena dalam kasus di atas, cut-loss yang dilakukan justru terlalu dini. Cut-loss yang dilakukan semata karena takut dan tidak didukung oleh analisa yang obyektif.

Seharusnya, biarkan saja market bergerak ke mana pun dan jangan tutup transaksi Kalian hanya karena merasa khawatir keuntungan akan berubah menjadi kerugian.

Lho, tapi kan tidak semudah itu? Siapa sih yang mau rugi, padahal seharusnya bisa untung?

Benar. Untuk itulah saya merasa Kalian perlu memperhatikan poin terakhir di bawah ini.

Stick to the Plan
Di atas telah diceritakan bahwa banyak trader kabur dari market terlalu dini. Padahal yang seharusnya Kalian lakukan adalah jangan membuka atau menutup sebuah transaksi sebelum ada argumen yang obyektif untuk itu. Dari mana argumen obyektif itu bisa Kalian dapatkan? Tentu saja dari sistem trading yang Kalian pergunakan.

Kembali ke kasus “premature exit” di atas. Bukan tidak boleh menutup posisi sebelum SL atau TP tercapai. Boleh kok. Yang tidak boleh itu adalah menutup posisi (entah itu cut-loss atau taking profit) hanya karena faktor emosional: takut. Ketakutan yang tidak beralasan, karena tidak ada argumen analisa yang terlibat.

Itulah perlunya Kalian disiplin menjalankan trading plan, seperti yang sering saya sebut-sebut di hampir semua artikel yang saya tulis. Ingat pula bahwa setiap strategi trading yang Kalian jalankan tentulah telah melewati serangkaian fit and proper test sebelum Kalian ajak terjun langsung di market. Percayalah pada sistem dan trading plan Kalian dan jalankan dengan disiplin.

apabila sadari juga disiplin menjalankan trading plan bukan berarti Kalian harus berkata, “Pokoknya kalau nggak kena SL dan TP, gue nggak akan close posisi gue.”

Itu sih bukan disiplin melainkan kaku. Fleskibel itu justru penting dalam trading. Ada kalanya market tidak bersetuju dengan analisa Kalian dan saat itulah Kalian boleh mencari petunjuk untuk bisa keluar dari market sesegera mungkin. Catat: cari petunjuk. Dari mana? Tadi sudah disinggung kan? Dari sistem trading. Dengan demikian, semua keputusan Kalian akan lebih obyektif.

The Bottomline
Jadi, jelas kan? Sekarang Kalian bisa melihat bahwa dalam forex trading, psikologi memegang peranan kunci. Kesabaran adalah salah satu modal penting seorang trader. Kesabaran adalah kunci dalam disiplin menjalankan trading plan. apabila menjadi disiplin tidak boleh menjadikan Kalian seorang trader kaku. Itu harus Kalian hindari.

Intinya, setiap keputusan buy, sell, cut-loss, atau taking profit harus berdasar pada analisa dan trading plan, bukan pada praduga semata. Untuk bisa melihat hal-hal itu secara obyektif, Kalian harus memiliki kesabaran yang cukup.

 

(Yn)