Kesabaran adalah Kunci Dalam Trading

Kesabaran itu tidak cukup hanya diniatkan dan diucapkan melalui lisan, apabila juga harus diimplementasikan. .

Biarkan market Bergerak
Sebenarnya ini sudah jelas. Kalian tak mungkin bisa mengatur ke mana harga harus bergerak. Tidak mungkin market akan tunduk pada keinginan trader retail seperti Kalian. Maka pilihan Kalian hanyalah membiarkan market bergerak sesuai dengan kehendaknya sendiri.

Coba sekarang bayangkan lagi skenario seperti ini:

market sudah memenuhi kondisi yang Kalian inginkan (tentunya sesuai dengan tading plan). Kalian kemudian membuka posisi, misalnya buy. Kemudian sesuai trading plan Kalian menempatkan stop-loss (SL) dan take-profit (TP). Selanjutnya yang Kalian lakukan mestinya adalah menunggu apakah TP atau SL yang kena.

Beberapa waktu kemudian ternyata harga bergerak naik. Senyum Kalian mengembang karena di trading terminal Kalian melihat transaksi memperoleh keuntungan. apabila sebelum harga mencapai TP, market berbalik arah hingga transaksi yang tadinya untung berubah menjadi loss. Di titik tersebut, bayangkan Kalian dilKalian kepanikan. Khawatir kerugian menjadi terlalu besar, Kalian lantas menutup transaksi tersebut dan mengalami kerugian kecil.

Garis bawahi ini: Kalian melakukan cut-loss bahkan sebelum harga menyentuh SL. Seringkali yang terjadi kemudian adalah segera setelah Kalian melakukan cut-loss, harga kemudian rebound dan bahkan mencapai TP Kalian.

Atau, bisa jadi Kalian menutup transaksi tersebut meskipun keuntungan yang diperoleh masih relatif kecil (belum mencapai TP). Motifnya sama: takut rugi.

Mungkin Kalian saat ini sedang tersenyum, karena mungkin skenario di atas sering terjadi pada Kalian. J

Memang benar bahwa dalam trading ada prinsip, “Cut your losses short, let your profits run.” apabila dalam kasus di atas, penerapan prinsip tersebut salah. Mengapa? Karena dalam kasus di atas, cut-loss yang dilakukan justru terlalu dini. Cut-loss yang dilakukan semata karena takut dan tidak didukung oleh analisa yang obyektif.

Seharusnya, biarkan saja market bergerak ke mana pun dan jangan tutup transaksi Kalian hanya karena merasa khawatir keuntungan akan berubah menjadi kerugian.

Lho, tapi kan tidak semudah itu? Siapa sih yang mau rugi, padahal seharusnya bisa untung?

Benar. Untuk itulah saya merasa Kalian perlu memperhatikan poin terakhir di bawah ini.

Stick to the Plan
Di atas telah diceritakan bahwa banyak trader kabur dari market terlalu dini. Padahal yang seharusnya Kalian lakukan adalah jangan membuka atau menutup sebuah transaksi sebelum ada argumen yang obyektif untuk itu. Dari mana argumen obyektif itu bisa Kalian dapatkan? Tentu saja dari sistem trading yang Kalian pergunakan.

Kembali ke kasus “premature exit” di atas. Bukan tidak boleh menutup posisi sebelum SL atau TP tercapai. Boleh kok. Yang tidak boleh itu adalah menutup posisi (entah itu cut-loss atau taking profit) hanya karena faktor emosional: takut. Ketakutan yang tidak beralasan, karena tidak ada argumen analisa yang terlibat.

Itulah perlunya Kalian disiplin menjalankan trading plan, seperti yang sering saya sebut-sebut di hampir semua artikel yang saya tulis. Ingat pula bahwa setiap strategi trading yang Kalian jalankan tentulah telah melewati serangkaian fit and proper test sebelum Kalian ajak terjun langsung di market. Percayalah pada sistem dan trading plan Kalian dan jalankan dengan disiplin.

apabila sadari juga disiplin menjalankan trading plan bukan berarti Kalian harus berkata, “Pokoknya kalau nggak kena SL dan TP, gue nggak akan close posisi gue.”

Itu sih bukan disiplin melainkan kaku. Fleskibel itu justru penting dalam trading. Ada kalanya market tidak bersetuju dengan analisa Kalian dan saat itulah Kalian boleh mencari petunjuk untuk bisa keluar dari market sesegera mungkin. Catat: cari petunjuk. Dari mana? Tadi sudah disinggung kan? Dari sistem trading. Dengan demikian, semua keputusan Kalian akan lebih obyektif.

The Bottomline
Jadi, jelas kan? Sekarang Kalian bisa melihat bahwa dalam forex trading, psikologi memegang peranan kunci. Kesabaran adalah salah satu modal penting seorang trader. Kesabaran adalah kunci dalam disiplin menjalankan trading plan. apabila menjadi disiplin tidak boleh menjadikan Kalian seorang trader kaku. Itu harus Kalian hindari.

Intinya, setiap keputusan buy, sell, cut-loss, atau taking profit harus berdasar pada analisa dan trading plan, bukan pada praduga semata. Untuk bisa melihat hal-hal itu secara obyektif, Kalian harus memiliki kesabaran yang cukup.

 

(Yn)

Memahami 10 Kejiwaan yang Terjadi Saat Belajar Trading Forex

Berikut hal yang wajib diketahui dari mulai belajar forex trading, baik untuk kamu seorang Scalper, Day Trader atau Momentum / Swing Trader:

1. The Market Pays You To Be Discipline. Semakin kamu disiplin Cut Loss serta disiplin dengan cara serta strategi kamu, maka market akan menghargai kamu dengan memberikan keuntungan‐keuntungan. pengukuhan cut loss perlu mulai dibiasakan dari mulai belajar forex trading serta itu sangat penting dalam kejiwaan trading.

2. Never Turn A Winner Into A Loser. kejiwaan trading kedua, jika kamu telah mengalami Floating laba, jangan tunggu sampai Floating Loss lalu kamu perlu tutup posisi dengan Cut Loss. Gunakan Trailing Stop. Trailing stop ini juga perlu dipahami dan dipelajari dengan baik.

3. Develop A Methodology And Stick With It. Don’t Change It From Day to Day. Dari mulai belajar forex trading, gunakan strategi yang kamu percayai serta yakini serta akan kamu pergunakan. Jangan diubah sampai kamu benar-benar yakin bahwa kerugian yang kamu alami bukanlah karena kamu yang tidak disiplin dalam menggunakan strategi kamu. Dalam kejiwaan trading kamu bisa mengubah strategi jika memang jelek serta benar-benar tidak bisa diterapkan pada market yang kamu masuk.

4. Be Yourself. Don’t Try To Be Someone Else. kejiwaan trading keempat, gunakan cara trading yang sesuai dengan pribadi serta kehidupan kamu serta terapkan dari awal saat mulai belajar forex trading. Semakin kamu nyaman dengan gaya trading kamu, baik itu strategi, Time Frame serta Money Management yang kamu gunakan, hasil trading kamu semakin baik. serta kamu pun akan semakin mencintai bisnis yang bisa menambah income kamu ini.

5. The First Loss is The Best Loss. Jangan tunggu sampai loss kamu semakin besar dengan membiarkan harga bergerak melebih titik & point Cut Loss kamu. Konsisten dengan kejiwaan trading dengan tidak mengubah Cut Loss yang sedari awal ditetapkan. kamu perlu sudah mempersiapkan untuk loss sampai titik & point Cut Loss kamu begitu kamu masuk market.

6. Don’t Hope And Pray, Don’t Speculate. If You Do, You’ll Lose. kejiwaan trading keenam, dengan melakukan analisa, berarti kamu telah mengurangi serta bahkan menghilangkan sisi spekulasi (sisi judi) dalam trading. Tidak ada yang menjamin kamu tidak akan mengalami kerugian dengan kamu melakukan analisa. Namun tidak ada yang menjamin kamu akan untung dengan melakukan spekulasi serta (hanya) duduk berdoa serta berharap.

7. Hit Singles, Not Home Run. Keuntungan yang terbaik ialah keuntungan yang didapat sedikit demi sedikit yang sesuai target yang realistis. Memang kita semua mengharapkan keuntungan besar dalam waktu singkat. Namun seiring dengan pengembangan kalimat kejiwaan trading “High Risk High Return” yaitu “Fast High Return – Fast High Risk”. Rome Wasn’t Built in A Day. Pahami prinsip ini juga saat belajar forex trading sebelum trading sungguhan.

8. Don’t Over Analyze and Don’t Hestitate. If You Do, You’ll Lose. Jangan terlalu dalam menganalisa suatu market. Ingat, kamu bertujuan untuk trading serta melakukan transaksi. Bukan untuk melakukan riset market atau membuat skripsi. Tujuan kamu ialah menganalisa, masuk market (transaksi) serta keluar market (untung atau rugi) sesuai dengan rencana kamu. Ingat kejiwaan trading kita saat belajar forex trading bukan untuk menjadi analis.

9. All Traders Are Created Equal in The Eyes of The Market. Trader yang hebat bukanlah trader yang tidak pernah salah serta tidak pernah loss. Trader hebat ialah trader yang dapat membuat strategi yang bagus serta dapat mengikuti rencana dia dengan baik. Setup kejiwaan trading kamu bahwa semua traders hebat pasti pernah rugi serta salah. Bahkan mereka percaya bahwa mereka hebat karena mereka pernah rugi serta pernah kalah. Yang penting bagaimana hasil trading average selama 6 atau 12 bulan. Bukan hanya 1 -3 bulan saja. Saat masih belajar forex trading kalkukasi perbandingan laba & loss kita.

10. It’s The Market Itself That Wields The Ultimate Scale of Justice. kejiwaan trading terakhir, hanya ada dua peraturan yang wajib trader patuhi dari mulai masih belajar forex trading. Pertama : market Selalu Benar. Kedua : Ingat Peraturan Pertama.

 

(Yn)

Tips Bagaimana Cara Menyiasati Risiko Trading

Siapa yang berani menyangkal bahwa forex trading beresiko tinggi? Setiap orang yang pernah trading tentu tahu ada resiko yang selalu membuntuti setiap transaksi yang dilakukan. Ya, sama saja seperti bisnis-bisnis lain yang juga memiliki faktor resiko. Hanya saja tingkat resiko di forex jauh lebih tinggi.

 

Tingginya tingkat bahayanya yang ada justru menjadi gelagat bahwa potensi keuntungan yang tersimpan di dalamnya juga tak kalah tingginya. High risk-high return, itu hukum tak tertulis dalam dunia bisnis atau investasi.

Permasalahannya kemudian adalah: seberapa tinggi kemampuan Anda mengusahakan bahaya yang ada, untuk kemudian diubah menjadi peluang keuntungan? Ironisnya, walaupun setiap trader sadar akan kehadiran bahaya, namun tak semua orang memiliki kesadaran untuk mengelola resiko itu dengan baik.

Penyebabnya klasik: kejiwaan. Implementasi “mengelola resiko” dalam forex trading, salah satunya adalah keberanian untuk membuang posisi yang merugi alias cut-loss. Belum lagi pengendalian emosi, misalnya tidak membuka posisi terlalu besar demi mengejar keuntungan besar dalam waktu singkat.

Manajemen resiko pun sebenarnya tidak bisa lepas dari faktor kejiwaan. Anda memang bisa mempelajari teknik-teknik manajemen resiko dalam trading, namun dalam menerapkannya faktor kejiwaanlah yang berperan.

Agar beban kejiwaan dalam mengelola resiko menjadi lebih ringan, ada baiknya Anda mengikuti tips-tips berikut ini.

1. Gunakan “Risk Capital” Saja
Dalam trading, Anda sebaiknya membatasi resiko. Gampangnya, apabila Anda memiliki uang sebesar $10,000 maka tetapkan kisaran toleransi resiko maksimal, misalnya 50%. Jadi, mindset Kalian sebaiknya berpikir bahwa Kalian hanya memiliki modal sebesar $5,000. Inilah yang disebut sebagai risk capital.

Dari risk capital itu, detailnya akan jadi kisaran resiko yang lebih kecil, yaitu kisaran resiko setiap transaksi. Misalnya, tetapkan resiko maksimal sebesar 10% dari risk capital tersebut. Jadi, tiap kali Kalian melakukan transaksi, kerugian maksimal yang akan Kalian tanggung hanya sebesar $500 saja.

Menurut kalkulasi diatas, bisa di sebut jika dalam setiap transaksi Kalian hanya meresikokan sebesar 5% saja dari modal asli Kalian. Cukup kecil kan?

Diharapkan, dengan resiko yang kecil itu, Kalian akan lebih “nyaman” dalam mengambil keputusan membatasi resiko.

2. Cut Your Losses Short, Let Yout Profits Run
Ini adalah salah satu idiom yang populer dalam forex trading. Intinya sih Kalian harus bisa secepat mungkin menutup posisi yang mengalami kerugian, namun berani membiarkan posisi yang sedang untuk hingga setidaknya mencapai target.

Namun memang lebih mudah diucapkan daripada dilakukan.

Bagaimana supaya jadi mudah dilakukan?

Untuk itu Kalian perlu memiliki pengetahuan yang cukup tentang analisa teknikal. Analisa teknikal akan membantu Kalian menemukan di mana kisaran resiko dan target profit yang tepat. Kalian juga akan bisa mengetahui “peringatan dini” sehingga bisa segera menutup posisi yang merugi. Selain itu, dengan pengertian analisa teknikal yang memadai Kalian juga akan bisa menetapkan apakah posisi yang sedang mengalami keuntungan bisa dibiarkan terbuka atau tidak.

3. Jangan Overtrade
Leverage memang memudahkan apabila dilihat dari kecilnya modal yang dibutuhkan untuk melakukan transaksi dibandingkan nilai transaksi sesungguhnya.

Sepintas, semakin besar leverage terkesan semakin menguntungkan. sebaliknya sebenarnya tidak selalu begitu.

 

Salah satu penjelasan sederhananya begini:

Semakin besar leverage berarti semakin murah modal yang dibutuhkan untuk melakukan transaksi. apabila semestinya Kalian membutuhkan modal sebesar $100,000 untuk melakukan transaksi, maka dengan leverage 1:100 Kalian bisa melakukan transaksi dengan modal hanya sebesar $1,000.

apabila Kalian punya dana sebesar $10,000 di akun Kalian, maka dengan modal transaksi sekecil itu biasanya Kalian akan terpancing untuk membuka transaksi sebanyak mungkin karena Kalian merasa memiliki banyak “peluru”. sebaliknya sebenarnya tidak demikian, karena setiap pip kerugian yang Kalian derita akan dikalikan dengan $100,000 dan dikalikan pula dengan jumlah lot yang Kalian buka.

4. Jangan Serakah
Kalian mungkin pernah menonton film berjudul “Wall Street”. Dalam film tersebut ada seorang tokoh bernama Gordon Gecko yang berpendapat bahwa “greed is good”. Saya tidak percaya itu.

Mungkin benar bahwa dalam kondisi yang tepat dan “takaran” tertentu, “greed” bisa membantu memperbesar potensi keuntungan. Misalnya ketika Kalian menetapkan untuk mengaktifkan trailing stop ketika transaksi Kalian sudah mencapai keuntungan tertentu. Permasalahannya, tidak semua orang bisa mengatur “takaran” dan menentukan kapan ia harus menjadi agak “greedy”.

walaupun demikian, keserakahan yang tidak terkendali pada kenyataannya adalah salah satu hal paling mematikan bagi seorang trader. Overtrade, mengambil resiko terlalu besar dan tidak menetapkan target profit adalah beberapa di antara implementasi keserakahan.

Solusinya adalah perencanaan dalam trading. perencanaan dalam trading adalah salah satu hal yang bisa mengontrol “kadar keserakahan” dalam diri seorang trader.

Bagaimana Cara Keluar Dari Gamling Forex

Setiap trader tentunya tidak hanya ingin sekedar “survive” ketika menetapkan untuk membuka akun trading pada sebuah broker forex. Tentu ada keinginan untuk bisa menghasilkan keuntungan yang konsisten; syukur kalau bisa sebesar mungkin. Masalahnya, tidak sedikit mereka yang memulai trading dengan niat yang benar namun akhirnya salah langkah. Alih-alih menjadi trader sukses, mereka bahkan menjadi gambler yang selalu galau. Mengapa galau? Karena dengan perilaku gambler, keuntungan yang mereka peroleh tidak pernah bertahan lama.

Kalian jangan mengira bahwa yang disebut dengan “gambler forex” itu hanya mereka yang melakukan transaksi tanpa analisa saja. Ya, memang mereka adalah salah satu golongan gambler. Namun tahukah Kalian bahwa sebetulnya sebutan gambler forex juga bisa disematkan kepada mereka yang melakukan transaksi tanpa dibarengi penerapan trading plan yang baik?

 

Apalagi jika ternyata Kalian telah menjelma menjadi seorang gambler. Jika demikian, sebaiknya Kalian segera mengambil langkah-langkah “penyembuhan”.

Untuk “sembuh” dari penyakit gambling, ada beberapa hal yang perlu Kalian lakukan:

Langkah pertama adalah berhenti trading selama “masa pemulihan”.
Kalian harus mengambil waktu untuk rehat sejenak dari kegiatan trading untuk menenangkan emosi Kalian.

Langkah ke-2 adalah Kalian harus segera memiliki dan menguasai sebuah strategi trading.
Perlu diketahui bahwa dalam seringnya kasus, para “gambler” itu pun memiliki strategi trading yang seringkali bahkan bagus. Masalahnya adalah ia tidak bisa menguasai emosinya sehingga tak bisa menjalankan strategi tersebut dengan disiplin.

Pastikan Kalian telah memahami strategi tersebut dan mencobanya kembali di demo account.

Langkah ke-3: Buat trading plan.
sebaiknya trading plan tersebut tidak hanya disimpan di kepala, namun juga tulislah di atas secarik kertas agar Kalian bisa melihatnya tiap kali akan trading.

Langkah ke-4: Sertakan risk management.
Dalam trading plan tersebut, jangan lupa bahwa Kalian harus menyertakan risk management dan pastikan Kalian mematuhinya. Jangan lupa bahwa setiap transaksi pada dasarnya adalah loss, jadi tetap sertakan manajemen resiko.

Langkah ke-5: Batasi transaksi yang Kalian lakukan.
Batasi berapa lot maksimal tiap kali Kalian membuka posisi. Atau, batasi berapa kali Kalian masuk pasar. Misalnya, maksimal 1 lot tiap kali buka posisi dan maksimal 3 kali buka posisi dalam sehari. Tentu saja jumlah lot harus disesuaikan dengan modal dan manajemen resiko.

Langkah ke-6: Percaya dirilah.
Lakukan transaksi berdasarkan strategi yang telah Kalian miliki dengan penuh percaya diri. Untuk bisa melakukan ini, tentu saja Kalian harus nyaman dulu dengan batasan resiko yang telah Kalian tetapkan. Jangan lupa, strategi ini telah Kalian uji sebelumnya di langkah ke-2.

Langkah ke-7: Kontrol emosi.
Jaga mindset Kalian dengan tetap fokus pada prosesnya, bukan pada hasilnya. Selalu tegaskan dan yakinkan diri Kalian, “Proses saya harus benar, proses saya harus benar, proses saya harus benar!” Kalimat itulah yang harus Kalian ulang-ulang tiap kali Kalian ingin bertransaksi.

Langkah ke-8: Evaluasi
Selalu lakukan evaluasi berkala, apa pun hasil trading Kalian. Jika loss, Kalian harus bisa menemukan kesalahan apa yang Kalian lakukan. Kalaupun untung, Kalian juga harus bisa menemukan alasan keberhasilan tersebut, lalu ulangi di masa datang.

Setelah membaca delapan langkah di atas, Kalian seharusnya bisa melihat sesuatu: bahwa menjadi trader forex pro bukan dimulai dari skill, melainkan dari mindset. Mindset pada gilirannya akan menjadi tindakan; tindakan akan menjadi kebiasaan.

Jadi untuk bisa lepas dari “penyakit” gambling, Kalian harus mengubah kebiasaan-kebiasaan seorang gambler. Kenali apakah ada kebiasaan-kebiasaan gambler dalam kegiatan trading Kalian lalu perbaiki dengan melakukan delapan langkah yang telah dijabarkan di atas.

 

(Yn)

Pengertian Position Sizing

Pengertian Position Sizing

Sederhananya, “position sizing” pada dasarnya adalah cara mengatur modal dalam melakukan transaksi. Ketika trading, Anda benar-benar harus memperhitungkan berapa lot yang harus dibuka tiap kali melakukan transaksi. Jika terlalu besar, maka resiko yang Anda hadapi akan menjadi terlalu besar pula. Sebaliknya jika terlalu kecil maka itu bisa berarti “menyia-nyiakan” potensi yang Anda miliki. Intinya, Anda perlu tahu besaran lot yang tepat ketika akan membuka posisi.

Position sizing erat kaitannya dengan manajemen resiko. Dalam konteks yang sederhana, Anda mungkin telah mengetahui bahwa resiko dalam trading forex bisa dibatasi dengan menetapkan batasan kerugian. Contoh, apabila menggunakan modal awal $10,000 Anda membatasi resiko sebesar 50%-nya, atau sama dengan $5,000 (disebut risk capital). Berarti, kerugian yang akan Anda tanggung (jika terjadi) tak akan lebih dari $5,000.

Position sizing ini akan membuat risk capital Anda menjadi lebih berdaya guna.

Pentingnya Menggunakan Position Sizing
Anda wajib mengerti sebelumnya, bahwa trader forex pada dasarnya adalah “risk manager”. Anda harus bisa “mengatur” potensi resiko yang ada. Position sizing adalah skill yang terpenting dalam manajemen modal dan bisa membantu Anda tetap berada di zona “aman dan nyaman” ketika trading.

Jadi, sebelum Anda benar-benar memulai trading dengan uang yang telah Anda kumpulkan dengan susah payah, sebaiknya pahami dulu teknik yang satu ini. Bahkan kalau bisa, Anda mampu melakukannya di luar kepala.

Cara Penggunaan Position Sizing
Position sizing sebenarnya relatif mudah untuk dipahami dan dijalankan. Ya, memang melibatkan sedikit matematika, tetapi masih berada di level dasar.

Ini ada contoh yang mudah-mudahan bisa mempermudah pemahaman. Saya akan memperlihatkan bagaimana cara menghitung besaran lot yang boleh dipergunakan berdasarkan modal dan batasan resiko yang telah ditetapkan.

Contoh :
A mempunyai dana sebesar USD 10,000 di akun trading dan telah menetapkan risk capital sebesar $5,000. Kemudian A telah menetapkan resiko sebesar 10% per transaksi dari risk capital. Itu artinya adalah sebesar $500/transaksi.

Setelah mengamati pasar, A memutuskan untuk trading di pair EUR/USD. Berdasarkan analisa teknikal yang dilakukannya, ia melihat bahwa batasan resikonya adalah sebesar 200 pips (1 pip = $1). Itu artinya secara teknikal batasan stop loss A adalah $200.

Pertanyaannya: berapa lot yang boleh dipergunakan oleh A untuk membuka posisi?

Mudah saja. A tinggal membagi resiko per transaksi dengan besaran stop loss yang telah diperoleh berdasarkan analisa tadi. Dalam contoh ini, resiko per transaksi adalah $500 dan batasan stop loss adalah $200. Dengan demikian, besaran lot maksimum yang boleh dibuka oleh A adalah:

Mudah kan? Dengan jumlah lot tersebut, A tidak akan mengalami kerugian yang melebihi “comfort level”-nya. Ia pun bisa mengoptimalkan modal yang ia miliki, namun tetap berada di zona aman.

 

 

Bagi Anda yang belum tahu, yang dimaksud dengan indirect currency pair adalah pasangan mata uang yang counter currency­-nya adalah selain USD. Contohnya adalah USD/JPY, USD/CHF dan USD/CAD.

Nilai per pip untuk pasangan mata uang tersebut pun bukanlah $1. Misalnya untuk USD/JPY: nilai per pip-nya adalah 100 JPY (untuk quote dengan 3 desimal). Nah, untuk bisa memasukkan nilai ini ke perhitungan seperti di atas, Anda perlu melakukan konversi ke dalam USD.

Kembali ke A. Misalnya dengan skema yang sama persis seperti contoh kasus di atas, ia melakukan transaksi Sell USD/JPY di harga 120.000. Ia menemukan bahwa secara teknikal stop loss ada di level 120.500, yaitu 500 pips.

Kita sudah tahu bahwa untuk USD/JPY, 1 pip = 100 JPY. Ini artinya besaran stop loss A kali ini adalah 50,000 JPY. Berapa USD-kah itu?

Ketika harga menyentuh level stop loss (120.500), maka 50,000 JPY akan senilai dengan kira-kira $414.94. Cara menghitungnya begini:

Dengan demikian, jumlah lot yang boleh dibuka oleh A untuk transaksi di USD/JPY adalah:

Perlu dicatat bahwa semua contoh perhitungan di atas belum mengakomodir biaya transaksi seperti komisi atau swap (jika ada).

The Bottom Line
Kebanyakan trader berpikir jika mereka sah-sah saja untuk “menggempur pasar” dengan lot-lot yang “besar-besar” ,tanpa menyadari bahwa yang mereka lalukan hanyalah pemborosan modal yang justru memperbesar resiko yang mereka hadapi.

Dengan pengetahuan tentang position sizing, diharapkan Anda akan bisa menempatkan modal dengan tepat dan efisien.

 

(Yn)