Seperti Apa Broker yang Baik untuk Scalping ?

Metode scalping sama pentingnya dengan konsep dasar seperti leverage dan spread, namun hal itu hanyalah masalah kedua dibandingkan dengan masalah yang berkaitan dengan broker, sikap dan preferensinya. Sederhananya, broker adalah variabel terpenting yang menentukan kemungkinan, dan profitabilitas strategi scalping untuk trader manapun. Scalper memiliki kendali atas strateginya, stop loss, atau take profit order, dan juga kerangka waktunya untuk trading, namun dia tidak mempunyai kendali dalam hal stabilitas server, spread, dan attitude broker untuk scalping.

Ada ratusan broker yang beroperasi di pasar forex ritel saat ini; umumnya, masing-masing broker memiliki kemampuan teknis, dan model bisnis yang sesuai dengan profil trader yang bermacam-macam. Perbedaan ini tidak penting bagi kebanyakan trader jangka panjang, untuk swing  trader hal itu sangat berpengaruh tapi tidak signifikan, tapi untuk trader harian dan scalper hal itu merupakan perbedaan antara keuntungan dan kerugian. Sederhananya, spread tersebut adalah pajak yang dibayarkan atas keuntungan dan kerugian ke broker atas jasanya, namun sebenarnya hubungannya tidak sesederhana itu. Mari kita lihat berbagai isu terkait hubungnya dengan broker.

Spread rendah

Seorang trader yang tidak menggunakan strategi scalping atau day-trading, mungkin paling banyak hanya satu atau dua transaksi, dalam satu hari. Meski biaya spread masih menjadi variabel penting, gaya trading yang sukses adalah gaya trading yang menghasilkan biaya yang relatif rendah. Situasinya sangat berbeda untuk scalper. Karena scalper akan membuka dan menutup puluhan posisi dalam waktu singkat, biaya tradingnya akan menjadi item yang sangat penting di balance.

Mari kita lihat contoh berikut ini:

Misalkan seorang scalper dalam satu hari membuka dan menutup 30 posisi di pasangan EURUSD, yang spreadnya biasanya 3 pips. Anggap saja ukuran tradingnya konstan, dan 2/3 posisinya profit, dengan rata-rata keuntungan 5 pips per trading. Dan katakanlah ukuran rata-rata kerugiannya adalah 3 pips per trading. Berapa keuntungan / kerugian bersihnya tanpa biaya spread?

(Posisi Profit) – (Posisi loss) = Laba / rugi bersih

(20 x 5) – (10 x 3) = 70 pips totalnya.

*70 pips adalah keuntungan yang signifikan.

Sekarang mari kita sertakan biaya spreadnya, dan ulangi perhitungannya.

(Posisi profit) – (Posisi loss + Biaya Spread) = Laba / rugi bersih

(20 x 5) – {(10 x 3) + (30 x 3)} = -20 pips totalnya.

Kejutan yang tidak menyenangkan menanti trader di akunnya. Jumlah trading yang profit dua kali lipat dari jumlah loss, dan rata-rata kerugiannya sekitar setengah dari kenaikan rata-rata. Dan terlepas dari rekam jejak yang luar biasa itu, aktivitas scalping-nya membuatnya mendapatkan kerugian bersih. Untuk impas, ia akan membutuhkan rata-rata keuntungan bersih 9 pips per trading, dan untuk keseluruhan sisanya tetap sama.

Sekarang mari kita ulangi perhitungan yang sama, dengan broker lain dimana spreadnya hanya 1 pip pada pasangan EURUSD. 5 pips per profit, dan 3 pips per loss (skenario yang sama seperti pada awal digunakan) dengan spread satu pip akan membawa kita pada hasil :

(20 x 5) – {(10 x 3) +( 30 x 1)} = 40 pips total profit.

Mengapa ada perbedaan besar dari hasil perhitungan kita? Meski jumlahnya memang seperti itu, mari kami ingatkan kembali bahwa meski kita menghasilkan uang hanya pada trading kita yang profit, kita membayar broker untuk setiap posisi yang kita buka, baik profit ataupun loss. Dan itulah masalahnya.

Singkatnya, kita perlu memastikan bahwa kita memilih broker dengan spread terendah untuk pasangan mata uang yang ingin kita jual. Scalper harus memeriksa paket akun dari berbagai broker secara menyeluruh sebelum memutuskan untuk menjadi klien salah satu dari mereka.

Kebijakan Scalping

Apa itu kebijakan scalping? Meskipun sebagian besar perusahaan mapan dengan sejarah dan basis klien yang signifikan memiliki kebijakan resmi untuk mengizinkan scalper bebas dengan keputusan mereka, beberapa broker cukup menolak untuk menerapkan teknik scalping untuk klien. Yang lain memproses pesanan klien secara perlahan, dan membuat usaha yang tidak menguntungkan. Apa alasannya?

Untuk memahami penyebabnya, kita harus membahas bagaimana broker menjauhkan posisi klien mereka sebelum menyerahkannya ke bank. Misalkan mayoritas klien broker kehilangan uang saat melakukan trading, apa yang akan terjadi jika pada saat kerugian ini mencapai ukuran yang sedemikian besar sehingga beberapa pemicu marjin yang tidak dapat dipenuhi? Karena pialang forex bertanggung jawab kepada bank penyedia likuiditas untuk mendapatkan keuntungan atau kerugian dari klien mereka, mereka akan menghadapi krisis likuiditas dan kebangkrutan yang periodik. Untuk mencegah agar situasi seperti ini tidak muncul, pialang akan menjaring posisi klien dengan melakukan trading melawan mereka. Artinya, apabila klien membuka posisi long, broker mengambil posisi short, dan sebaliknya. Karena hasil dua perintah berlawanan arah adalah total pendapatan ke pasar adalah nol, masalah likuiditas telah teratasi, dan perusahaan tersebut tidak terpengaruh oleh kerugian atau keuntungan di akun trader.

Tapi ada masalah dengan situasi ini. Kami menyebutkan bahwa broker menghitung posisi kliennya, dan bagaimana jika klien menghasilkan keuntungan dengan menutup posisi long, misalnya. Broker kemudian harus menutup trading singkat yang telah dibuka untuk menjaring trading lama trader tersebut, dan saat melakukan hal itu, ia mengalami kerugian. Dan bukankah ini merupakan insentif yang besar bagi pialang forex untuk memastikan bahwa klien mereka terus-menerus kehilangan uang?

Yah, tidak begitu banyak. Pertama-tama, sebagian besar jaring dilakukan secara internal, di mana posisi trader individu terjaring satu sama lain tanpa broker harus melakukan dana sendiri. Dan posisi jaring yang masih kecil (jaring pendek atau posisi pendek yang tertinggal setelah broker telah menjaring pesanan klien satu sama lain), biasanya merupakan posisi rugi yang dapat dikonversikan oleh broker dengan aman, karena ini adalah sumur- Fakta bahwa mayoritas trader forex kehilangan uang.

Sekarang kita mengerti bahwa scalping tidak harus merupakan masalah bagi broker yang kompeten (seperti pemenang sesekali tidak masalah bagi kasino), kita siap untuk mengerti mengapa beberapa scalper tidak menyukai scalper. Seperti yang kami katakan, broker perlu mengosongkan posisi trader satu sama lain untuk menjamin bahwa kewajibannya terhadap bank sangat minim. Scalper mengganggu rencana itu dengan memasuki trading di semua tempat, pada saat-saat yang tidak tepat, dengan ukuran sulit yang tidak hanya memaksa broker untuk melakukan permodalan sendiri, namun juga memastikan bahwa sistem tersebut dibombardir dengan trading yang ramai. Tambahkan juga kemungkinan bahwa server broker tidak persis kilat-cepat, atau cukup modern untuk mengatasi arus pesanan yang cepat, dan di sana Anda memiliki scalper yang menguntungkan sebagai mimpi buruk bahkan terburuk dari broker dengan sistem usang yang lamban. Karena scalper memasuki banyak posisi kecil dan cepat dalam waktu singkat, broker yang tidak kompeten tidak dapat menutupi eksposurnya secara efisien, dan cepat atau lambat menendang trader keluar dengan menghentikan akunnya, atau memperlambat aksesnya ke sistem sehingga scalper harus meninggalkan rekeningnya sendiri, karena ketidakmampuannya untuk trading.

Semua ini telah memperjelas bahwa scalper harus trading dengan broker yang inovatif, kompeten, dan hanya waspada secara teknologi, yang memiliki keahlian dan kemampuan teknis untuk menangani sejumlah besar pesanan yang timbul dari kegiatan scalping. Hampir merupakan keharusan bagi scalper untuk trading di Broker non dealing desk. Karena sebagian besar trading dalam sistem broker non dealing desk (NDD)adalah secara otomatis, ada sedikit risiko gangguan eksternal karena sistem dibiarkan untuk menyelesaikan pesanan klien sendiri. Sehingga masih menguntungkan tentunya.

Alat teknis yang kuat

Scalping melibatkan teknikal trading. Karena scalper senang trading dengan kerangka waktu yang singkat, maka teknik fundamental tidak berdampak pada trading. Dan ketika mereka memiliki, reaksi pasar terhadap mereka tidak menentu dan sama sekali tidak dapat diprediksi. Dengan demikian, sebuah paket teknis yang canggih yang memasok sejumlah peralatan teknis yang memadai adalah kebutuhan yang jelas untuk setiap scalper.

Selain itu, karena trader akan menghabiskan banyak waktu untuk melihat layar, membaca pergerakan harga, membuka dan menutup posisi, ada baiknya memilih tampilan yang tidak terlalu memikat mata. Sebab pada awalnya platform yang cerdas dan grafis yang mungkin menyenangkan untuk digunakan dan dilihat,  namun setelah konsentrasi intens yang lama, daya tarik visual akan lebih merupakan beban daripada keuntungan.

Selain itu, platform yang dapat menampilkan beberapa kerangka waktu simultan, bisa sangat bermanfaat bagi seorang scalper, saat ia memantau pergerakan harga di layar yang sama. Meskipun scalping melibatkan trading jangka pendek, kesadaran akan pergerakan harga pada kerangka waktu yang lebih lama dapat bermanfaat untuk money management, dan perencanaan strategis.

Tidak ada slippage, misquotes, dan eksekusi tepat waktu

Kami telah menyebutkan di bagian kebijakan scalping, bahwa seorang scalper harus selalu mencari broker modern yang kompeten untuk memastikan bahwa gaya dan praktik tradingnya disambut baik. Eksekusi tepat waktu, dan terproses pada harga yang tepat juga penting untuk memastikan bahwa seorang trader bisa mendapatkan keuntungan dengan strategi scalpingnya. Karena  scalper trading berkali-kali dalam kurun waktu singkat yaitu kurang dari satu jam, jadi dia harus mendapatkan tepat waktu, tepat harga pada sistem yang dapat bereaksi  dengan cepat.

Jika ada selippage, maka scalper tidak akan bisa trading di sebagian besar waktu. Jika ada misquotes, dia akan sering mengalami kerugian sehingga trading akan menjadi tidak praktis. Dan kita seharusnya tidak mengabaikan tekanan emosional yang disebabkan oleh lingkungan trading yang menegangkan, sulit, dan tidak efisien. Scalping sudah menjadi aktivitas yang memberatkan pada saraf seseorang, dan kita seharusnya tidak perlu menambahi penderitaan dengan masalah ketidakmampuan broker di atas semua masalah lain yang kita miliki.

Untuk menyimpulkan bagian ini, kami akan menambahkan bahwa scalping adalah metode teknik trading dengan intensitas tinggi yang memerlukan broker yang sangat kompeten dan efisien dengan peralatan canggih. Apa pun yang kurang akan mengurangi keuntungan Anda, dan meningkatkan masalah Anda.

(Yn)

Bagaimana Metode Scalping Dapat Menghasilkan Uang ?

Apabila ada yang belum tahu tentang teknik scalping, berikut adalah penjelasan singkat dari scalping:

Scalping adalah tentang menghasilkan keuntungan kecil dalam waktu lama yang dapat mencapai jumlah yang signifikan bila dikombinasikan.

Tapi tentu saja, scalping bukan tentang memasuki market secara acak dan membeli atau menjual sambil mengharapkan keberuntungan berada di pihak kita. Sebagai gantinya, scalper yang sukses sangat metodis tentang keputusan dan harapannya dari market. Dia bertujuan untuk menggabungkan berbagai fitur unik dari market forex untuk menciptakan kondisi trading yang menguntungkan, dan dalam hal ini ia bertujuan untuk memanfaatkan fitur paling dasar dari market untuk tujuannya. Scalping bukan hanya tentang mengeksploitasi peristiwa ekonomi, tren harga, dan kejadian market, tapi juga struktur dasar, dan dinamika internal market mata uang itu sendiri, dan inilah yang membedakannya dari strategi lain seperti trading swing atau mengikuti tren.

Memanfaatkan pergerakan harga yang tajam

Banyak scalper suka berkonsentrasi pada gerakan tajam yang kerap terjadi di market mata uang. Dalam kasus ini, tujuannya adalah untuk memanfaatkan perubahan mendadak dalam likuiditas market untuk keuntungan cepat nantinya. Jenis scalping ini tidak terlalu memperhatikan sifat market yang diperdagangkan, apakah harga sedang tren atau baru mulai merangkak, namun yang penting adalah  volatilitas. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi kasus,di mana terdapat kekurangan likuiditas sementara, yang menciptakan ketidakseimbangan namun menawarkan peluang trading.

Sebagai contoh, mari kita lihat tipikal trader yang tradingnya menggunakan pairs EURUSD. Dalam kebanyakan kasus, spread ketat, dan market cukup likuid untuk mencegah adanya kesenjangan yang berarti dalam spread bid-ask. Namun, seringkali, karena alasan apapun (seringkali adanya berita), likuiditas menjadi surut, dan terdapat celah untuk tawaran-ask yang signifikan.

Data tersebut akan dipecah menjadi dua bagian yang berbeda:

Tawarannya adalah, katakanlah 1.4010, sedangkan yang diminta adalah 1.4050. Dalam waktu yang sangat singkat, spread bid-ask akan menyempit, dan harganya akan cenderung agak tergesa-gesa ke satu sisi. Scalper menggunakan fluktuasi yang sangat cepat ini untuk menghasilkan keuntungan cepat.

Tepat setelah harga bergerak naik ke 1,4030, dan spread bid-ask telah menyempit ke tingkat normal, scalper mungkin akan melakukan Sell, misalnya, dan karena volatilitas menurunkan harga, 1,4020, dia menutup posisi short/Sell dan membuka satu posisi long/buy, dan seterusnya. Intinya adalah untuk mendapatkan keuntungan dari reaksi emosional market dengan tetap tenang, dan bertaruh bahwa di balik suara dan kemarahan, tidak ada yang penting, setidaknya untuk jangka pendek.

Kita akan membahas metode trading ini secara lebih rinci saat memeriksa berita. Kesenjangan yang bisa dimanfaatkan oleh scalper sering muncul setelah siaran berita penting. Untuk membuktikannya, Anda bisa membuka grafik sendiri, lima menit dari harga setelah adanya rilis berita gaji non-pertanian, dan mengamati banyaknya “loop” di mana price action kembali ke tempat awal, setelah serangkaian zigzag yang sangat parah. Beberapa scalper memanfaatkan intensitas emosional semacam itu untuk keuntungan dengan cara yang baru saja disebutkan. Mereka akan membeli atau menjual sebelum rilis itu sendiri, dan melakukan trading diketika ada  swing singkat yang tajam dengan cepat.

Leverage

Scalping melibatkan keuntungan kecil yang ditambah dalam waktu lama untuk menghasilkan jumlah yang signifikan. Tapi seringkali pengembalian dari scalping sangat kecil sehingga bahkan bila digabungkan dalam beberapa minggu atau bulan, pengembaliannya tidak signifikan untuk jumlah usaha yang terlibat, karena ukuran pergerakan aktual yang kecil di market mata uang. Untuk mengatasi hal ini, kebanyakan trader melibatkan penggunaan leverage saat melakukan scalping.

 

Tingkat leverage yang sesuai untuk scalper masih menjadi perdebatan antar trader. Namun, terlepas dari perdebatan tersebut, saran paling kuat yang harus dilakukan oleh scalper pemula adalah jagalah leverage agar serendah mungkin, setidaknya selama dua- tiga bulan pertama. Kami tidak ingin mengambil risiko signifikan sementara kami masih ragu dengan strategi mana yang harus kami lakukan saat melakukan trading. Di sisi lain, karena scalper ini pasti menggunakan stop loss yang telah ditentukan sebelumnya, dan tidak diutak-atik lagi, maka rasio leverage yang tidak sesuai yang dapat  memperlambat Trader masih bisa diterima. Misalnya, seorang trader yang posisinya bertahan selama berminggu-minggu mungkin memerlukan waktu lama sebelum memutuskan untuk keluar dari posisi, bahkan jika market melawannya untuk sementara waktu. Tapi scalper segera akan menutup posisi segera setelah tingkat stop-loss tercapai (dan prosesnya biasanya otomatis).

Singkatnya, penggunaan leverage yang tinggi  missal 1:50) masih dapat diterima oleh trader yang open dan close posisi dengan sangat cepat, asalkan perintah stop loss tetap digunakan. Tapi masih ada satu peringatan: seperti dalam kasus keputusan Fed yang tiba-tiba, atau rilis payroll non pertanian yang tidak terduga, spread bisa menjadi lebar seketika, dan mungkin tidak akan cukup waktu untuk mewujudkan tatanan stop loss, bahkan dengan broker yang kompeten sekaligus, sehingga kerugian akan berlipat ganda. Untuk mencegah hal tersebut tidak terwujud, ada baiknya menurunkan rasio leverage secara signifikan jika kita ingin melakukan trading event market yang dapat menyebabkan kesenjangan dalam spread bid-ask, dan menciptakan volatilitas yang sangat besar.

Strategi Scalping

Meskipun nantinya kita akan membahas strategi scalping secara ekstensif, namun kita perlu menyebutkan di sini bahwa scalping memerlukan banyak komando teknis dan strategi. Karena dengan adanya satu kesalahan yang cukup besar, maka dapat menghapuskan ratusan keuntungan yang telah diraih sepanjang hari, sehingga seorang scalper haruslah sangat rajin dalam menganalisa market, juga disiplin saat menerapkan analisis dan menjalankan strateginya.

Peran analisis fundamental dalam scalping biasanya sangat terbatas. Sebab, misalkan selama rentang waktu yang disukai oleh scalper, sebagian besar market bergerak secara, namun tidak mungkin untuk mendiskusikan dampak dari rilis PDB dalam satu menit. Tak perlu dikatakan lagi, apabila peristiwa yang mempengaruhi market forex tidak terbatas pada gugusan rilis utama di setiap harinya.

Banyak acara terjadwal dan tidak yang memberikan masukan ke market secara terus menerus, dan karena itu, gerakan jangka pendek bahkan memiliki beberapa bentuk penalaran makro di belakangnya. Namun, sangat sulit bagi trader ritail untuk terus memperbarui segala jenis berita yang terjadi sepanjang hari, dan lebih dari itu, reaksi market itu sendiri seringkali tidak menentu dan tidak dapat diprediksi. Akibatnya, sulit untuk menggunakan strategi fundamental dalam scalping.

Akhirnya, beberapa trader menggabungkan scalping dengan pendekatan lain seperti trend following atau range trading, dan yang berbeda dari strategi praktisi murni ini hanya dalam hal waktu pemaparannya. Meskipun ini adalah pendekatan yang valid, namun kompleksitas dari penyesuaian strategi trend following agar sesuai dengan trading plan mikro-waktu membuat hal ini tidak praktis dalam hal analisis dan eksekusi.

Mengetahui Scalping dan seluk beluknya

Di dalam forex, metode Scalping  adalah metode populer yang melibatkan Open posisi dan close posisi secara cepat. Istilah “cepat” memang tidak tepat, tapi hanya untuk menjelaskan kisaran waktu 3-5 menit dalam trading, namun seringkali scalper hanya menggunakan waktu 1 menit saja dalam Open dan close posisi.

Metode scalping lahir dari rasa aman yang dirasakan sebagai strategi trading. Banyak trader berpendapat bahwa karena scalper mempertahankan posisi mereka untuk jangka waktu yang singkat dibandingkan dengan trader reguler, eksposur market dari seorang scalper jauh lebih pendek daripada tren pengikut, atau bahkan trader sehari, dan akibatnya, risiko kerugian besar yang dihasilkan Dari pergerakan market yang kuat lebih kecil. Memang, hal itu mungkin untuk mengklaim bahwa tipikal seorang scalper adalah hanya peduli tentang spread bid dan ask saja, sementara konsep seperti tren, atau range tidak terlalu penting baginya. Meskipun scalper perlu mengabaikan fenomena market ini, mereka tidak berkewajiban untuk menukarkannya, karena mereka hanya memperhatikan periode singkat volatilitas yang mereka ciptakan.

 

Apakah metode Scalping itu cocok untuk Anda?

Metode Scalping bukanlah strategi yang cocok untuk setiap jenis trader. Hasil yang diperoleh dari setiap  posisi yang dibuka oleh scalper biasanya kecil; namun bisa menjadi besar jika masing-masing posisi dalam kondisi profit, sehingga gabungan dari itu tadi akan menjadi keuntungan yang besar. Seorang scalper tidak suka mengambil risiko besar, yang berarti bahwa mereka bersedia melupakan peluang keuntungan yang besar, dan sebagai imbalannya mereka mendapatkan keuntungan kecil dengan resiko yang kecil. Akibatnya, scalper perlu bersabar, menjadi seorang yang rajin dan rela menunggu saat hasil kerja kerasnya menghasilkan keuntungan besar dari waktu ke waktu. Karakter impulsif dan bersemangat yang mencari kepuasan instan dan bertujuan untuk “membuatnya besar” dengan setiap trading berturut-turut tidak mungkin mencapai apa pun kecuali frustrasi saat menggunakan strategi ini.

 

Memperhatikan itu Sangat Penting bagi Seorang Scalper

Metode scalping menuntut lebih banyak perhatian trader dibandingkan dengan gaya lain seperti swing-trading, atau trend following. Tipikal seorang scalper adalah membuka dan menutup puluhan, dan bahkan dalam beberapa kasus, lebih dari seratus posisi dalam setiap kali trading , yang selalu dijaga agar  tidak ada satupun posisi yang dapat dibiarkan menderita kerugian besar. Scalper tidak mampu untuk berhati-hati tentang beberapa, dan lalai tentang beberapa posisinya. Ini mungkin tampak sebagai tugas yang hebat pada pandangan pertama, tapi scalping bisa menjadi gaya bermain yang melibatkan bahkan menyenangkan saat trader merasa nyaman dengan praktik dan kebiasaannya. Namun, jelas bahwa perhatian dan keterampilan konsentrasi yang kuat diperlukan untuk meraih sukses forex scalper. Seseorang tidak perlu dilahirkan dengan bakat seperti itu, tapi latihan dan komitmen untuk mencapainya sangat diperlukan jika seorang trader memiliki niat serius untuk menjadi scalper sejati.

Sistem Trading Otomatis

Metode scalping bisa menuntut dan menyita banyak waktu bagi mereka yang bukan bekerja sebagai trader. Banyak dari kita mengejar trading hanya sebagai sumber penghasilan tambahan, dan tidak ingin mendedikasikan lima enam jam setiap hari untuk praktek. Untuk mengatasi masalah ini, sistem trading otomatis telah dikembangkan, dan dijual dengan harga yang agak  luar biasa di seluruh web. Kami pribadi tidak menyarankan pembaca untuk membeli. Dan sebagai gantinya,Sebaiknya Anda kehilangan uang sambil memiliki beberapa pengalaman dan pelajaran tentang merancang sistem otomatis Anda sendiri untuk trading,  mungkin hal itu akan mempersingkat waktu yang harus Anda dedikasikan untuk trading sambil tetap bisa menggunakan teknik scalping. Dan teknik scalping forex otomatis tidak perlu sepenuhnya otomatis; Anda dapat menyerahkan tugas rutin dan sistematis seperti perintah stop-loss dan take-profit ke sistem otomatis, sambil mengasumsikan sisi analitis dari tugas itu sendiri. Pendekatan ini, tentu saja, bukan untuk semua orang, tapi ini tentu pilihan yang layak.

Jangan Lupakan Ukuran (Size) Trading

Akhirnya, scalper harus selalu menjaga konsistensi ukuran trading sambil menggunakan metode favorit mereka. Menggunakan ukuran trading yang tidak menentu ketika scalping, adalah cara teraman untuk memastikan bahwa Anda akan mengclose transaksi dalam waktu yang singkat, kecuali jika ada hal yang tak terelakkan. Scalping didasarkan pada prinsip bahwa trading yang menguntungkan akan menutupi sebuah kerugian, tetapi jika Anda memilih ukuran posisi secara acak, maka kemungkinan cepat atau lambat kerugian besar akan menghancurkan kerja keras anda. Dengan demikian, scalper harus memastikan dirinya sabar, penuh perhatian dan menggunakan ukuran trading yang konsisten ketika menggunakan metode scalping ini.

Tentu saja ini baru permulaan, namun tanpa awal yang baik, maka kita akan mengurangi peluang sukses kita, atau setidaknya mengurangi potensi keuntungan kita.

 

(Yn)

10 Cara Menghindari Kehilangan Uang di Forex

Secara global pasar forex menawarkan volume perdagangan harian rata-rata lebih dari $ 4 triliun, hal tersebut menjadikannya pasar keuangan terbesar di dunia. Popularitas Forex memikat para trader dari semua tingkatan, mulai dari pemula yang baru saja belajar tentang pasar keuangan hingga para profesional berpengalaman. Karena sangat mudah untuk melakukan trading forex , akses ke leverage yang signifikan dan biaya yang relatif rendah – juga sangat mudah untuk kehilangan uang di trading forex. Artikel ini akan memperlihatkan 10 cara agar trader bisa terhindar dari kehilangan uang di pasar forex yang kompetitif.

  1. Kerjakan PR Anda– Belajarlah Sebelum Anda Bersemangat

Hanya karena forex itu mudah untuk didapatkan, bukan berarti tidak perlu diuji kelayakannya. Belajar forex adalah bagian integral dari kesuksesan trader di pasar forex. Meskipun sebagian besar belajarnya berasal dari pengalaman pada live trading, trader harus mempelajari segala hal tentang pasar forex, termasuk faktor geopolitik dan ekonomi yang mempengaruhi mata uang yang dipilih. Pekerjaan rumah atau belajar  perlu dilakukan terus-menerus karena para trader perlu dipersiapkan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan kondisi pasar, peraturan dan kejadian dunia. Bagian dari proses penelitian ini melibatkan pengembangan dari trading plan.

  1. Luangkan Waktu untuk Menemukan Broker yang bereputasi

Industri forex memiliki pengawasan yang jauh lebih sedikit daripada pasar lainnya, jadi  ada kemungkinan untuk terjerumus dengan broker forex yang kurang memiliki reputasi baik. Untuk menghindarinya trader perlu membuka rekening dengan perusahaan yang merupakan anggota National Futures Association (NFA) dan terdaftar dengan Komisi Perdagangan Berjangka Komoditi AS (CFTC). ) sebagai pedagang komisi berjangka. Setiap negara di luar Amerika Serikat memiliki badan pengatur sendiri dimana broker forex yang sah harus terdaftar.

Trader juga harus meneliti penawaran dari broker, termasuk jumlah leverage, komisi dan spread, deposit awal, dan kebijakan pendanaan dan penarikan dana. Memiliki perwakilan layanan pelanggan yang dapat membantu semua informasi ini dan dapat menjawab pertanyaan apapun mengenai layanan dan kebijakan perusahaan.

  1. Gunakan Akun Demo

Hampir semua platform trading hadir dengan akun praktik, yang terkadang disebut juga dengan akun simulasi atau akun demo. Akun ini memungkinkan trader melakukan transaksi hipotetis tanpa deposit dahulu. Mungkin manfaat terpenting dari akun praktik adalah memungkinkan trader menjadi ahli dalam teknik order entry.

Ada beberapa hal yang dapat merusak akun trading (dan kepercayaan trader) karena menekan tombol yang salah saat membuka atau keluar dari posisi. Misalnya, bagi trader pemula untuk secara tidak sengaja menambah posisi loss daripada close ordernya. Beberapa kesalahan dalam order entry dapat menyebabkan kerugian besar. Selain implikasi keuangan yang menghancurkan, situasi ini sangat menegangkan. Praktik dalam akun demo akan membuat sempurna: jadi bereksperimenlah dengan entry order sebelum menempatkan uang di akun real Anda.

4. Jaga Charts Tetap Bersih

Begitu trader  membuka akun, mungkin tergoda untuk memanfaatkan semua alat analisis teknis yang ditawarkan oleh platform trading. Meskipun banyak dari indikator ini sangat sesuai untuk pasar forex, penting untuk diingat agar analisis teknik tetap minimal agar efektif. Menggunakan jenis indikator yang sama – seperti dua indikator volatilitas atau dua osilator, misalnya – bisa menjadi berlebihan dan bahkan bisa memberi sinyal yang berlawanan. Ini harus dihindari.

Setiap teknik analisis yang tidak rutin digunakan untuk meningkatkan kinerja trading harus dikeluarkan dari grafik. Selain alat yang diterapkan pada bagan, keseluruhan tampilan ruang kerja harus dipertimbangkan. Warna, font, dan jenis harga yang dipilih (baris, candle bar, range bar, dll.) Harus membuat grafik mudah untuk dibaca dan interpretasi, yang memungkinkan trader untuk merespons perubahan kondisi pasar dengan lebih efektif.

  1. Lindungi Akun Trading Anda

Meskipun ada banyak fokus untuk menghasilkan uang di forex , namun penting untuk belajar bagaimana menghindari kehilangan uang. Money management yang tepat merupakan bagian integral dari kesuksesan trading. Banyak trader veteran akan setuju bahwa seseorang dapat masuk di posisi harga berapa pun dan masih menghasilkan uang, yang penting adalah bagaimana cara keluar dari tradingnya..

Bagian ini adalah untuk mengetahui kapan harus menerima kerugian dan tetap melanjutkan. Cara efektif untuk memastikan bahwa kerugian kita tetap masuk akal adalah dengan menggunakan stop loss sebagai pelindung. Trader juga dapat mempertimbangkan untuk menggunakan jumlah kerugian harian maksimum di luar semua posisi yang akan ditutup dan tidak ada transaksi baru yang dimulai sampai sesi trading berikutnya. Sementara trader harus mempunyai rencana untuk membatasi kerugian, yang sama pentingnya untuk melindungi keuntungan. Maka memanfaatkan trailing stop akan dapat membantu Anda agar tetap profit, sambil tetap memberi ruang order transaksi tetap tumbuh.

 

  1. Mulailah dengan Dana Kecil di Akun Live

Begitu seorang trader melakukan pekerjaan rumahnya, menghabiskan waktu dengan akun praktik dan memiliki rencana trading , mungkin sudah waktunya Anda beralih kea kun Live – yaitu, mulailah bertransaksi dengan uang sungguhan. Tidak ada jumlah transaksi di akun demo yang bisa benar-benar mensimulasikan trading riil, oleh karena itu sangat penting untuk memulai di Akun live dengan dana kecil.

Faktor-faktor seperti emosi dan slippage tidak bisa sepenuhnya dipahami dan dipertanggungjawabkan sampai trading live. Selain itu, trading plan yang dilakukan di akun demo, pada kenyataannya, gagal total ketika diterapkan ke akun live. Dengan memulai transaksi di akun live, trader dapat mengevaluasi trading plan dan emosinya, dan mendapatkan lebih banyak latihan untuk mengeksekusi order entri yang tepat – tanpa mempertaruhkan keseluruhan akun trading dalam prosesnya.

  1. Gunakan Leverage yang Wajar

Perdagangan valas memang unik dengan jumlah leverage yang diberikan kepada pesertanya. Salah satu alasan forex sangat menarik adalah bahwa trader memiliki kesempatan untuk menghasilkan keuntungan yang berpotensi besar dengan investasi yang sangat kecil (terkadang hanya investasi $ 50). Penggunaan yang benar, leverage memang memberikan potensi pertumbuhan; Namun, leverage bisa dengan mudah memperkuat kerugian. Seorang trader dapat mengendalikan jumlah leverage yang digunakan dengan mendasarkan ukuran posisi pada saldo akun. Misalnya, jika seorang trader memiliki $ 10.000 dalam akun forex, posisi $ 100.000 (satu lot standar) akan memanfaatkan leverage 10: 1. Sementara trader bisa membuka posisi yang jauh lebih besar jika dia memaksimalkan leverage, posisi yang lebih kecil akan membatasi risiko.

  1. Jagalah agar Good Record

Jurnal trading adalah cara yang efektif untuk belajar dari kerugian dan kesuksesan dalam trading forex. Dengan menyimpan catatan aktivitas trading yang berisi tanggal, instrumen, keuntungan, kerugian, dan, mungkin yang terpenting, kinerja dan emosi dari trader itu sendiri, juga bisa sangat bermanfaat untuk tumbuh sebagai trader yang sukses. Ketika ditinjau secara berkala, jurnal trading memberikan umpan balik penting yang memungkinkan pembelajaran dilakukan. Einstein pernah mengatakan bahwa “kegilaan melakukan hal yang sama berulang-ulang dan mengharapkan hasil yang berbeda.” Tanpa jurnal trading dan pencatatan yang bagus, trader cenderung terus melakukan kesalahan yang sama, meminimalkan peluang mereka untuk menjadi trader yang menguntungkan dan sukses.

  1. Memahami Implikasi Pajak dan Perlakukannya

Penting untuk memahami implikasi pajak dan perlakuan terhadap aktivitas trading forex, agar siap pada saat pajak. Konsultasi dengan petugas akuntan atau spesialis pajak yang berkualitas agar dapat membantu menghindari kejutan pada saat pajak, dan dapat membantu individu memanfaatkan berbagai undang-undang perpajakan, seperti akuntansi market to market. Karena undang-undang perpajakan berubah secara teratur, adalah bijaksana untuk mengembangkan hubungan dengan profesional dan terpercaya yang dapat membimbing dan mengelola semua masalah yang berkaitan dengan pajak.

  1. Memperlakukan Trading Sebagai Bisnis

Penting untuk memperlakukan trading forex sebagai bisnis, dan untuk mengingat bahwa kemenangan dan kerugian individu tidak menjadi masalah dalam jangka pendek; Begitulah cara kerja bisnis trading dari waktu ke waktu yang penting. Dengan demikian, para trader harus berusaha untuk tidak menjadi terlalu emosional dengan kemenangan atau kerugian, dan memperlakukan setiap hari hanya pada hari lain di kantor. Seperti halnya bisnis apa pun, trading forex menimbulkan biaya, kerugian, pajak, risiko dan ketidakpastian. Juga, sama seperti usaha kecil jarang menjadi sukses dalam semalam, juga tidak banyak trader forex. Merencanakan, menetapkan tujuan yang realistis, tetap teratur dan belajar dari keberhasilan dan kegagalan akan membantu memastikan karir yang panjang dan sukses sebagai trader forex.

Kesimpulan
Pasar forex di seluruh dunia memang menarik bagi banyak trader. Karena persyaratan pembuatan akunnya yang mudah, perdagangan yang terus-menerus (siang malam) dan akses leverage yang dalam jumlah tinggi. Ketika dijadikan sebagai bisnis, forex trading bisa menguntungkan dan bermanfaat. Singkatnya, trader bisa terhindar dari kehilangan uang di forex, dengan cara :

– Sudah disiapkan dengan baik
– Memiliki kesabaran dan disiplin untuk belajar dan meneliti
– Menerapkan teknik pengelolaan uang yang baik
– Memperlakukan aktivitas trading sebagai bisnis

 

(Yn)

Apa itu ‘Strategi Trading Forex’

Strategi trading forex adalah seperangkat analisis yang digunakan trader forex untuk menentukan apakah akan membeli atau menjual pasangan mata uang pada suatu waktu tertentu. Strategi trading valas dapat didasarkan pada analisis teknis, analisis grafik, atau fundamental, peristiwa berbasis berita. Strategi trading mata uang trader biasanya terdiri dari sinyal trading yang memicu keputusan membeli atau menjual. Strategi trading forex tersedia di internet atau bisa dikembangkan oleh trader sendiri.

BREAKING DOWN ‘Strategi Trading Forex’

Strategi trading forex bisa berupa metode manual atau otomatis untuk menghasilkan sinyal trading. Sistem manual melibatkan trader yang duduk di depan layar komputer, mencari sinyal trading, dan menafsirkan apakah akan membeli atau menjual. Sistem otomatis melibatkan trader yang mengembangkan algoritma yang menemukan sinyal trading dan mengeksekusi trading dengan sendirinya. Sistem yang terakhir mengambil emosi manusia dari persamaan dan dapat memperbaiki kinerjanya.

Trader harus berhati-hati saat membeli strategi trading valas diluaran sana, karena sulit untuk memverifikasi track record mereka, dan sebenarnya banyak sistem trading yang sukses itu dirahasiakan.

Membuat Strategi Trading Forex

Banyak trader forex mulai mengembangkan strategi trading dengan memulai dengan sesuatu yang sederhana. Misalnya, mereka mungkin memperhatikan bahwa pasangan mata uang tertentu cenderung pulih dari level support atau resistance tertentu. Mereka kemudian dapat memutuskan untuk menambahkan elemen lain yang meningkatkan keakuratan sinyal trading ini dari waktu ke waktu. Misalnya, mereka mungkin meminta agar harga pulih dari tingkat dukungan tertentu dengan persentase atau jumlah pips tertentu.

Ada beberapa komponen yang berbeda untuk strategi trading forex yang efektif:

  1. Memilih Pasar: Trader harus menentukan pasangan mata uang mana yang mereka jual dan menjadi ahli dalam membaca pasangan mata uang tersebut.
  2. Ukuran Posisi : Trader harus menentukan seberapa besar masing-masing posisi yang mengendalikan jumlah risiko yang diambil dalam setiap trading individual.
  3. Entry Point : Trader harus mengembangkan peraturan yang mengatur kapan harus memasukkan posisi panjang atau pendek pada pasangan mata uang tertentu.
  4. Exit Point : Trader harus mengembangkan peraturan yang memberitahu mereka kapan harus keluar dari posisi panjang atau pendek, dan juga kapan harus keluar dari posisi kalah.
  5. Taktik Trading: Trader harus menetapkan peraturan tentang cara membeli dan menjual pasangan mata uang, termasuk memilih teknologi eksekusi yang tepat.

Trader harus mempertimbangkan untuk mengembangkan sistem trading dalam program seperti Meta yang memudahkan pengarsipan aturan berikut. Selain itu, aplikasi ini dapat membuat trading backtest untuk melihat bagaimana kinerja mereka di masa lalu. Trader juga harus memastikan bahwa pencatatan dari strategi tersebut untuk memastikan bahwa strategi tersebut dapat digunakan secara nyata, bahkan jika mereka menunjukkan tanda-tanda keberhasilan dalam melakukan backtesting dan pada tingkat teoritis.

Kapan Waktu Mengubah Strategi?

Strategi trading forex berjalan sangat baik saat trader mengikuti peraturan. Tapi seperti hal lain, satu strategi tertentu mungkin tidak selalu sesuai ukuran semua pendekatan, jadi apa yang berhasil hari ini mungkin tidak perlu dilakukan besok. Jika sebuah strategi tidak terbukti menguntungkan dan tidak menghasilkan hasil yang diinginkan, para trader dapat mempertimbangkan hal berikut sebelum mengubah rencana permainan:

Mencocokkan manajemen risiko dengan gaya trading: Jika rasio risiko dibandingkan hasil yang didapat, tidak sesuai, mungkin hal itu akan menyebabkan perubahan strategi.

Perubahan Kondisi pasar : Strategi trading mungkin bergantung pada tren pasar yang spesifik, jadi jika terjadi perubahan maka strategi tertentu mungkin menjadi usang. Hal itu bisa menandakan kebutuhan untuk melakukan modifikasi.

Pemahaman: Jika seorang trader tidak memahami strateginya, maka ada kemungkinan untuk tidak berhasil. Jadi jika muncul masalah dan trader tidak mengetahui aturannya, maka keefektifan strategi itupun akan hilang.

Meski bisa berubah menjadi bagus, mengubah strategi trading forex terlalu sering bisa menjadi mahal. Jika Anda terlalu sering mengubah strategi Anda, Anda bisa saja kehilangan strategi itu sendiri.

Kesimpulan

Strategi trading forex adalah seperangkat analisis yang digunakan trader forex untuk menentukan apakah akan membeli atau menjual pasangan mata uang pada suatu waktu tertentu. Strategi ini bisa bersifat manual atau otomatis dan bisa dibeli secara mudah diluaran sana atau dikembangkan secara internal. Trader yang mengembangkan sistem trading mereka sendiri harus memastikan untuk mendukungnya kembali dan mencatatnya  untuk memastikan bahwa kinerjanya berjalan dengan baik sebelum menggunakannya dengan modal sesungguhnya. (Yn)