Gejolak Pemilu Inggris Tekan Bursa Asia dan Tinggikan Dollar

Perdagangan bursa saham A.S. usai libur awal pekan lalu ditutup melemah tipis oleh data ekonomi yang dirilis semalam. Pasar mencermati data tersebut menunjukkan hasil yang belum sesuai dengan harapan Fed sehingga menambah pesimisme kenaikan Fed rate bulan Juni tidak ada. Namun pelemahan ketiga indeks dibatasi oleh penguatan saham sektor teknologi.  Indeks Dow Jones anjlok  0.24% ke posisi 21,029.47, dengan saham Goldman Sachs memimpin pelemahan. Indeks S&P 500 turun 0.12% ke posisi  2,412.91 dengan saham sektor energy memimpin 7 sektor yang melemah. Indeks  Nasdaq anjlok 0.11 percent ke posisi  6,203.19.

Pagi ini bursa Asia bergerak lemah menerima sentimen negatif dari jajak pendapat yang menunjukkan kurangnya dukungan kuat untuk partai konservatif PM Inggris Theresa May dalam pemilu Inggris. Indeks Nikkei turun -0,4 persen pada 19650.40. Indeks ASX 200 naik 0,07 persen pada 5720.20. Sedangkan indeks Kospi turun -0,34 persen pada 2345.96.

Dari pasar komoditas, harga minyak mentah turun pada akhir perdagangan Rabu dinihari (31/05) di tengah tanda-tanda kenaikan kembali produksi Libya dan proyeksi penurunan harga minyak oleh Goldman Sachs. Harga minyak WTI turun 14 sen atau 0,3 persen  pada $ 49,66.
Sedangkan harga emas spot LLG retreat dari puncak harga tertinggi dalam 1 bulan yang turun 0,27 persen menjadi $ 1,262.91 per troy ons karena melemahnya permintaan dari pasar Tiongkok yang libur di tengah lemahnya dollar AS.

Dari pasar valas, dolar AS anjlok terhadap semua rival utamanya oleh pesimisme pasar akan kenaikan Fed rate pasca kurang kuatnya data ekonomi yang dirilis semalam. Dan pagi ini mengua kembali oleh anjloknya poundsterling merespon  jajak pendapat baru yang menemukan bahwa Partai Konservatif Perdana Menteri Inggris Theresa May berisiko tidak mendapat kursi yang banyak  dalam pemilihan tanggal 8 Juni nanti.
EURUSD      0.14% 1.11795
GBPUSD     -0.07% 1.28295
USDJPY     -0.26% 110.95

Dari pasar modal Indonesia, pada penutupan perdagangan Senin sore (29/05), Indeks Harga Saham Gabungan berakhir turun  0,3% ke posisi 5693,39. Pelemahan IHSG masih tertekan aksi profit taking lanjutan investor asing .  IHSG  untuk perdagangan selanjutnya, diperkirakan akan ada di kisaran support 5660-5680 dan resisten 5745-5770.  Saham-saham yang menarik untuk dicermati hari ini:  AKRA, BBRI, ICBP dan TLKM.

Untuk katalis penggerak Hari ini pasar dapat mencermati data manufaktur dan non manufaktur PMI, inflasi kawasan Euro, retail sales Jerman, data pending home sales AS serta komentar Presiden Fed Dallas Robert Kaplan di New York.

Editor: Asido Situmorang


Distribusi: Vibiznews

Speak Your Mind

*