Harga Gula ICE Turun Terganjal Pelemahan Minyak Mentah dan Cuaca Baik

Harga gula berjangka ICE ditutup turun pada akhir perdagangan bursa ICE Futures New York Rabu dinihari (31/05). Harga komoditas ini mengalami pelemahan tertekan melemahnya harga minyak mentah dan cuaca baik yang mendukung panen.

Harga minyak mentah turun pada akhir perdagangan Rabu dinihari (31/05) di tengah tanda-tanda kenaikan kembali produksi Libya dan proyeksi penurunan harga minyak oleh Goldman Sachs.

Harga minyak mentah berjangka A.S. turun 14 sen atau 0,3 persen, pada $ 49,66. Harga minyak mentah berjangka Brent turun 35 sen per barel di $ 51,94 pada pukul 2:41 pagi (1841 GMT), setelah menguat 14 sen pada Senin.

Lihat : Harga Minyak Mentah Tertekan Peningkatan Produksi Libya dan Proyeksi Bearish Goldman Sachs

Para pedagang mengantisipasi bahwa harga minyak yang lebih rendah akan memicu produsen tebu lebih memilih mengkonversi tebu menjadi gula dibandingkan etanol, sehingga produksi gula meningkat dan semakin menekan harga gula.

Dealer mengatakan bahwa faktor bearish termasuk cuaca panen yang lebih baik yang dapat memperbaiki prospek panen di India, produsen terbesar kedua di dunia.

Pada penutupan perdagangan dini hari tadi harga gula berjangka untuk kontrak paling aktif yaitu kontrak Juli 2017 terpantau turun. Harga gula berjangka paling aktif tersebut ditutup turun sebesar 0,03 sen atau setara dengan 0,20 persen pada posisi 15,02 sen per pon.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa harga gula berjangka untuk perdagangan selanjutnya berpotensi melemah terbatas jika pelemahan harga minyak mentah berlanjut. Harga gula kasar berjangka di ICE Futures New York berpotensi menguji level Support pada posisi 14,50 sen dan 14,00 sen. Sedangkan level Resistance yang akan diuji jika terjadi kenaikan harga ada pada posisi 15,50  sen dan 16,00 sen.

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang


Distribusi: Vibiznews

Speak Your Mind

*