Inilah Fakta Penopang Bursa Asia

INILAHCOM, Hong Kong – Bursa saham Asia bergerak lebih tinggi pada awal perdagangan Jumat (1/7/2016). Penguatan memasuki hari ketiga setelah indeks mengalami panik jual dengan kemenangan kubu Brexit dalam referendum Inggris.

Indeks ASX naik 0,4%, indeks Nikkei naik 0,5 persen, indeks Kospi di Seoul menguat 0,9 persen. Untuk indeks di China daratan menguat 0,4 persen dan indeks Hang Seng tidak buka karena memperingati Administrative Region Establishment Day, seperti mengutip cnbc.com.

Di pasar mata uang, yen Jepang melemah terhadap dolar ke 102,86 dibandingkan pada Kamis kemarin di 102,48. Indeks dolar AS berada di 95.86 per HK/SIN.

Untuk pound Inggris terus goyah dengan kemenangan Brexit. Sentimen baru juga datang dari pernyataan Gubernur Bank of England, Mark Carney tentang prospek ekonomi Britania Raya. Menurut dia, prospeknya terus memburuk dengan keluarnya Inggris dari Uni Eropa. Untuk itu, kebijakan pelonggaran moneter harus menjadi obat selama musim panas.

Walaupun dengan pernyataan Carney, pound Inggris naik ke US$1,3340, namun itu masih di bawah level perdagangan Kamis kemarin mendekati US$1,3405 pada perdagangan Asia.

“Sterling jatuh setelah pernyataan Carney tentang kemungkinan penurunan suku bunga pada musim panas ini,” kata Kathy Lien, praktisi valas di BK Asset Management.

Pound melonjak sebentar setelah Boris Johnson yang merupakan salah satu arsitek Brexit, Kamis kemarin menyatakan tidak akan ikut bursa pemilhan perdana menteri Inggris menggantikan David Cameron.


Distribusi: Inilah.com – Pasarmodal

Speak Your Mind

*

*