Minyak Mentah Merah Lagi di Pasar Asia

INILAHCOM, Singapura – Harga minyak mentah turun lagi pada Rabu (31/5/2017) di Asia. Pelemahan ini menegaskan tingkat kepercayaan investor target pengurangan produksi minyak tidak akan berjalan sesuai harapan.

Pada Kamis  kemarin harga minyak telah melemah  yang merespon keputusanh Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan produsen non-kartel lainnya seperti Rusia. Tujuannya untuk menaikkan harga minyak patokan minyak AS di atas US$50 per barel lagi.

Analis mengatakan kecuali peristiwa geopolitik yang tidak dapat diprediksi, minyak dalam beberapa dolar di kedua sisi US$50 tampaknya merupakan keseimba baru. Sebab terlalu banyak [minyak] dan permintaan yang terlalu sedikit,” kata Phinn Ziebell, seorang ekonom di National Australia Bank seperti mengutip marketwatch.com. “Kami bisa melihat beberapa lonjakan harga jangka pendek, namun musiman tidak akan menjadi game changer,” tambahnya.

Di New York Mercantile Exchange, minyak mentah light, sweet untuk pengiriman Juli CLN7, -0,89% baru-baru ini diperdagangkan turun 53 sen atau 1% menjadi US$49,15 per barel di sesi elektronik Globex. Minyak mentah jenis Brent di ICE Futures exchange London LCON7 untuk pengiriman Juli turun 42 sen atau 0,8% menjadi US$51,42.

Pemotongan produksi yang dipimpin OPEC awal tahun ini, sedikit mengurangi persediaan global. Dan lonjakan harga awal setelah kesepakatan diumumkan enam bulan lalu membantu mendorong aktivitas pengeboran AS yang baru dan mengirim produksi minyak ke sana rebound setelah penurunan 2016.

Data terakhir dari Administrasi Informasi Energi memiliki produksi AS menunjukkan rata-rata 9,3 juta barel per hari. Artinya 6,3% lebih tinggi dari tingkat di tahun sebelumnya.

Kenaikan tersebut ternyata tidak mengherankan karena pengeboran minyak telah meningkat selama 19 pekan berturut-turut. Bacaan untuk pekan lalu akan datang pada hari Kamis, dan S & P Global Platts memprediksi penurunan delapan pekan berturut-turut persediaan minyak AS.

Namun, pengamat pasar sekarang mengatakan harga perlu tetap lebih lemah untuk waktu yang lebih lama, lebih spesifik di bawah US$50, untuk secara efektif menghalangi perusahaan serpih AS agar tidak melakukan investasi lebih lanjut dalam kepemilikan minyak mereka.


Distribusi: Inilah.com – Pasarmodal

Speak Your Mind

*