Pasca OPEC Tidak Pangkas Output, Minyak Jatuh Tajam

Financeroll – Harga minyak yang makin merosot setelah produsen minyak Opec memutuskan untuk tidak memotong output pada pertemuan di Wina, Kamis kemarin.

Sekretaris umum OPEC Abdallah Salem el-Badri mengatakan, tidak akan mencoba untuk menopang harga dengan mengurangi produksi. “Ada penurunan harga, namun itu tidak berarti bahwa kita benar-benar harus terburu-buru dan melakukan sesuatu,”katanya.

Sementara minyak Brent mencapai titik terendah sejak Agustus 2010, jatuh di bawah $72 per barel, sebelum menetap di $72.82, turun 5%. Patokan minyak AS turun $4,64 untuk $69.05 per barel. Selain itu, 12 Anggota OPEC memutuskan untuk mempertahankan produksi di 30 juta barel per hari.

Pasar diharapkan jangan panik karena produsen ingin melihat pasar dan bagaimana pasar berperilaku, karena penurunan harga tidak mencerminkan perubahan mendasar. Harga minyak mentah yang jatuh 30% sejak Juni telah menyebabkan kekhawatiran beberapa anggota kartel minyak, seperti sebagian besar membutuhkan harga di atas $80 per barel untuk menyeimbangkan anggaran pemerintah mereka dan harga kebutuhan yang banyak untuk berada di atas $100 per barel.

Produsen kartel minyak terbesar Arab Saudi dan negara-negara Teluk dapat menolak untuk sementara, seperti yang dikatakan pakar energi Global Insight. “Memang kesemua negara tersebut memiliki aset-aset keuangan yang signifikan yang otomatis mereka dapat mempertahankan harga minyak yang lebih rendah. Mereka dapat mengamankan anggaran mereka tanpa harga minyak yang lebih tinggi.” Sambungnya.


Distribusi: Financeroll Indonesia

Speak Your Mind

*

*