Waktu yang Tepat untuk Menutup Posisi

Salah satu hal yang penting dalam trading forex adalah kapan waktu yang tepat untuk close posisi bila kita sudah entry dan punya posisi. Hal ini penting agar hasil trading kita konstan, dengan level profit paling tidak seperti yang kita harapkan.

Mengatur open posisi yang sudah untung
Walaupun posisi kita sudah untung, kadang kita bimbang antara close posisi atau menambah profit yang lebih besar lagi selagi pergerakan pasar masih mengizinkan. Terlepas dari faktor ‘greedy’ dan risk management yang telah kita tetapkan, kita bisa memilih antara close posisi atau lebih baik mengunci dahulu profit yang telah kita dapat.
Kita lihat contoh berikut ini sebagai illustrasi:

 

Contoh lain :

Memanage posisi pada pasar yang sedang trending
Pergerakan harga yang sedang trending adalah momen yang tepat untuk meraup profit lebih besar. Seperti yang kita ketahui trending up atau down terjadi jika sudah terbentuk level high atau low yang baru. Untuk strategi ini, sebagai indikator penentu bisa digunakan exponential moving average (ema) 8 days pada daily chart. Jika harga telah running sesuai prediksi kita dan melewati level diatas (pada uptrend) atau dibawah (pada downtrend) ema 8 days, kita geser stop loss ke level ini dan kita biarkan hingga stop loss kita kena.

Contoh lainnya :

Memanage posisi pada saat trend berbalik arah atau mendekati level support/resistance
Jika terjadi pembalikan trend dan terbentuk pin bar yang kontradiktif (opposing pin bar), atau posisi kita telah mendekat pada level support atau resistance, akan lebih bijak jika menggeser stop loss level dibawah opposing pin bar (jika kondisi uptrend) atau diatas opposing pin bar (jika kondisi downtrend). Kita tidak harus menunggu sampai terjadi pembalikan arah, dalam contoh ini hanya bila kita sudah dalam posisi untung, seperti contoh berikut:

Contoh yang lain:

Memanage posisi jika terbentuk pin bar yang menunjukkan trend masih bersambung
Jika terbentuk bullish pin bar (pada uptrend) atau bearish pin bar (pada downtrend) didalam trend tersebut, sesuai dengan sifat pin bar yang menunjukkan keseluruhan trend masih akan bersambung, maka sebaiknya kita tahan posisi tersebut hingga terbentuknya kondisi lain yang mengisyaratkan untuk close posisi. Bullish atau bearish pin bar ini kita namakan reaffirming pin bar seperti illustrasi dibawah ini:

Contoh lain:

Memanage posisi untuk kondisi pasar yang berbeda
Sebelum mengambil keputusan untuk menahan atau close sebuah posisi, kita mesti melihat apakah pasar dalam keadaan trending atau sedang konsolidasi, dan pergerakan harganya volatile atau stabil. Jika trend sedang beralih kuat sebaiknya ditahan untuk mengoptimalkan profit, jika pasar sedang konsolidasi lebih baik keluar pada level support / resistance. Adalah penting untuk menentukan pergerakan harga pasar sebelum masuk. Gambar dibawah adalah contoh bagaimana memanage sebuah posisi pada keadaan pasar yang sedang trending dan yang sedang konsolidasi.

 

Sudah tentu semua strategi diatas hendaknya disesuaikan dengan risk/reward ratio yang telah kita tetapkan sebelum masuk pasar. Jika secara logika (bukan emosi) masih masuk akal, tidak ada salahnya untuk kita gunakan.

(Yn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *